jump to navigation

Peribahasa China Tentang Kebijaksanaan Akan Uang November 3, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
trackback

Ada beberapa pepatah china yang mungkin perlu kita renungkan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, bahasa aslinya ……tentu saja dari bahasa mandarin. Saya coba terjemahkan karena saya sadur dari bahasa Inggris.


“An inch of time is worth an inch of gold, but it is hard to buy one inch of time with one inch of gold”

Orang seringkali meremehkan waktu, waktu yang berjalan hilang tanpa ada nilai tambah dalam kehidupan seseorang. Padahal dari pepatah diatas, kita sudah dapat membayangkan bahwa sang waktu tidak bisa kita beli bahkan dengan emas sekalipun. Tidak ada penjual waktu, Tuhan memberikan waktu dengan gratis…..kepada semua orang tanpa kecuali namun gunakan dia dengan bijaksana, kalau tidak menyesal kita diujung perjalanan. Coba kita tengok para eksekutif yang supersibuk, mungkin mereka sudah tidak membutuhkan harta kekayaan karena sudah sangat melimpah. Namun apakah mereka cukup waktu untuk menikmati hidup mereka, hm…..saya gak yakin


“Money could make demons turn grind stones”

Peribahasa diatas bisa mengandung dua sisi uang koin, bisa berarti positif dan bisa negatif. Makna positif, bahwa dengan kekayaan maka orang dapat memenuhi kebutuhannya bahkan dia akan mempunyai kekuasaan yang luar biasa terhadap orang lain. Namun sebaliknya, dengan nafsu ingin memiliki uang pula, orang bisa dengan segala cara menghalalkan untuk mendapatkannya bahkan dengan kejahatan sekalipun.


“Giving your child a skill is better than giving him one thousand pieces of gold”

Mungkin kalau dialihbahasakan ke bahasa Indonesia sama dengan peribahasa ‘berikanlah pancing bukan ikannya’. Jadi memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada generasi penerus lebih baik daripada mewariskan harta yang berlimpah, karena harta dapat habis jika tidak dikelola dengan baik.


“If you save the green mountain, you will not worry about having no firewood to burn”

Pepatah diatas dapat berarti dua makna, yang pertama adalah membangun kesadaran akan kelestarian alam dan yang kedua agar kita senantiasa ingat bahwa selagi kita mampu menabunglah agar kita tidak mengalami kesusahan dalam kehidupan (dunia dan akhirat).

Sumber : Wise Bread

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: