jump to navigation

Horee…. Ada Perubahan Sistem Penggajian PNS Februari 20, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan sistem penggajian baru untuk pegawai negeri sipil (PNS). Sistem baru itu berbasis pada beban kerja. duit-rupiah-coinGaji seorang aparat pemerintah akan diberikan berdasarkan tanggung jawab dan risiko kerja. Pola penggajian itu akan mirip dengan yang kini diterapkan di Departemen Keuangan. Yakni, memberikan penghargaan lebih besar kepada pegawai yang mempunyai tugas berat sehingga akan menghapus kesan bahwa gaji PNS sama bila berada di golongan yang sama.

Sekarang rasio perbedaan gaji PNS golongan IA (terendah) dengan PNS golongan IVE (tertinggi) hanya 1 : 3. Setelah peraturan pemerintah (PP) soal remunerasi gaji baru nanti dikeluarkan, rasio itu bisa berubah hingga 1 : 12. Informasi penggodokan sistem gaji baru itu dijelaskan Men PAN Taufik Effendi usai memberikan sambutan pada Rakornas Aparatur Negara di Hotel Sahid kemarin. Sistem baru itu kini digodok dengan Menkeu Sri Mulyani. Menurut rencana, itu diberlakukan paling lambat pada 2009. Rencannya, semua honorarium dihapus. “Kami melihat dalam sistem tersebut (honor, Red) banyak sekali yang tidak efisien sehingga akan kami jadikan satu, yang prinsipnya adalah gaji,” ujarnya ketika ditanya tentang alasan perbaikan sistem penggajian tersebut. Menurut dia, honor akan dihapus dan gaji bakal dinaikkan. Dia menambahkan, kenaikan gaji akan didasarkan pada bobot tanggung jawab atau jabatan masing-masing, bukan golongan kepangkatan. “Bisa saja gaji pegawai golongan III lebih besar daripada golongan IV karena PNS golongan III itu mendapatkan tugas tambahan, misalnya sebagai kepala sekolah,” jelasnya. “Selain itu, setelah sistem baru ini diterapkan, gaji PNS yang sekarang bedanya hanya 1 : 3, nanti bisa sampai 12 kali antara golongan I dan IV,” tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Deputi SDM Kementerian PAN Tasdik Kinanto menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengkaji terhadap rencana tersebut. Menurut dia, pemerintah sedang menunggu hasil perbaikan sistem remunerasi yang telah diterapkan di Departemen Keuangan. “Memang, Depkeu sedang dijadikan pilot project,” katanya. Sistem penggajian yang nanti diterapkan secara nasional itu akan meniru model tingkatan gaji di Depkeu yang baru. “Formula yang akan diterapkan kepada PNS secara umum sedang kami siapkan dan nominalnya sedang dibahas apakah akan seratus persen meniru Depkeu atau tidak,” jelasnya ketika dihubungi. Selain itu, tambah dia, Men PAN dan Menkeu sedang mengkaji apakah tunjangan fungsional, tunjangan struktural, dan tunjangan keluarga tetap diberikan atau dihapus dengan penambahan gaji pokok dalam jumlah tertentu. Yang jelas, kata Tasdik, honor-honor yang kerap diterima PNS, misalnya honor pengawas ujian, honor keanggotaan tim panitia kegiatan tertentu, akan dihapus. Untuk mendapatkan peningkatan gaji, tiap-tiap daerah harus memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya, job description yang jelas dari masing-masing PNS harus dipenuhi agar bisa mendapatkan besaran gaji yang sesuai,” ujarnya di Jakarta kemarin. Dia pun menegaskan, gaji yang diterima masing-masing PNS tidak lagi didasarkan pada golongan kepangkatan dan masa kerja, tapi lebih pada bobot tanggung jawab, risiko, dan tingkat kesulitan kerja.

Selain itu, dalam tahap persiapan pembenahan sistem remunerasi tersebut, pemerintah bakal mempertimbangkan besaran gaji yang berlaku di pasar. “Kami akan membandingkan jumlah gaji swasta dan negeri dalam menetapkan besaran gaji sesuai dengan jabatannya agar tercipta budaya kompetitif pada PNS,” jelas pria berkacamata itu. Tak hanya itu, dalam sistem baru tersebut, PNS yang ditempatkan di daerah terepencil akan mendapatkan tunjangan kemahalan. Tentang waktu penerapannya, Tasdik mengatakan tahun 2009. Sebab, kini struktur gaji dan teknis pelaksanaannya dalam pembahasan inter departemen.

Sumber: http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8921

About these ads

Komentar»

1. oguds - Maret 7, 2009

Kayaknya pemilik blog ini PNS ya? Koq seneng bener dengan berita ini. Yah, moga2 PNS makin profesional dalam bekerja, bukan profesional dalam mengeruk uang negara. Pengawasan dan kontrol yg melekat tetap merupakan kunci dalam kebijakan apapun.

2. calodiklat - Maret 14, 2009

Selain perlunya perwujudan reformasi birokrasi dalam bentuk peningkatan remunerasi PNS diperlukan juga sebuah reformasi dalam penatakelolaan PNS, misal perlu dimunculkannya aturan tentang pensiun dini, guna mengantisipasi keberadaan PNS-PNS yang berkinerja buruk yang nantinya malah membebani anggaran negara tanpa menghasilkan value added, agar reward and punishment system dapat berjalan secara efektif. Jangan seperti sekarang!!!! (walaupun dah naik tunjangannya, mental malasnya tetap ada, coz kebal pecat asal absen lancar)..

Jwb:
Setuju Saudaraku, reformasi birokrasi sebenarnya jangan hanya bicara kewajiban pns saja tapi juga hak pns juga perlu ditinjau ulang. Banyak aturan kepegawaian yang masih tinggalan orba (tahun 70 an), kita perlu tunggu kinerja Menpan untuk mengakomodasikannya, mis ; cuti kenapa mesti min 3 hari kalau kebutuhan pegawai hanya 1 atw 2 hari saja misal untuk urusan anak sekolah dsb. Jadi biar fair hak & kwjbn. Salam

3. heribarkah - Maret 15, 2009

bro..
dengan model penggajian tsb, gimana pengaturan iuran pensiunnya?
tks

Jwb:
Mas,
Coba cari di situs punya BapepamLK atw di http://www.bapepam.go.id/dana_pensiun/publikasi_dp/siaran_pers_dp/index.htm
Banyak kok artikel ttg seputar dana pensiun. Salam

4. edi sofyan - Maret 21, 2009

semoga sistim penggajian baru pns 2009 dapat cepat terealisir, karena ini menjadi harapan seluruh pns RI yang tidak suka korupsi uang negara.

5. ian - Maret 27, 2009

Truz gimana nasib karyawan kontrak (pegawai tidak tetap)di instansi pemerintah yang namanya ga masuk database honorer di tahun 2010 nanti???… apakah mereka dipecat semua padahal klo diperhatikan yang giat bekerja adalah karyawan kontrak bukannya PNS lhoo….

Jwb:
Maaf mas, yang itu sy blm ada info. Mumpung masih dalam masa kampanye pemilu, kali ada caleg atw capres yg mau memperjuangkan. Salam

6. Hermono ishak sorongan - Mei 1, 2009

wah sekarang enak2 yah jadi PNS,gaji akan besar.
12 kali lipat lagi.
ga liat tuh masyarakat yang dibawah garis kemiskinan???
sabar………..sabar masyarakat kecil,mungkin engkau tidak mendapat kebahagiaan di dunia,akan tetapi berbahagia di akhirat nanti.
tar jadi timbul deh budak di indonesia.
kejamnya dunia ini.
12 kali lipat naik gaji,100kalinya korupsi kali yah.indah bener PNS sekarang.
orang2 yang kerja baik eijen,maupun kontrak di pabrik pabrik yang UMR keringat sampai kekolor kolor,PNS di AC.cuma duduk dapet duit.
oia bos,untuk PENGAWAS PEMILU LAPANGAN (PPL)
seperti saya honor cuma 340.000/bulan bakal di peratiin ga yah????gimana nih nasip kami?????
340.000/bulan apalagi pekerja lapangan mana cukup buat oprasionalnya,makan,macem macem deh.ya alhamdulilah sih saya berlaku jujur selama menjalankan tugas.saya jadi pengawas pemilu lapangan dari juni 2008 sampai sekarang 2009 dengan gaji/honor 340.000
puyeng dah nglolanya,hehehehe………….
ya udah selamat deh para PNS kita,mudah mudahan kenyang selalu diatas penderitaan rakyat kecil yoooo.gajinya dari rakyat kecil juga kok PNS.
punten kritikanya terlalu tajem.
pengawas pemilu lapangan kec cibinong
kabupaten bogor
Hermono ishak sorongan SE

7. lazios - Juni 13, 2009

amiin..insya Allah..
Kalo’ PNS gaji besar, lalu punya iman, yaa bayar zakat dunk..

do’akan bersama2 aja.
trus gaji cukupnya bisa buat modal usaha, lalu timbul lapangan pkerjaan baru..kan jadi bermanfaat…gituh asyk kan bos…

Reply :
Setuju Boss….yang penting berpikiran positif aja

8. iis - Agustus 4, 2009

selamat ya buat pns di RI ini. saya berharap kinerja kita selaku PNS semakin ditingkatkan lagi. dan berusaha untuk melakukan yang terbaik buat negeri ini dan terutama buat rakyat yang masih dibawah kita. semangatttttttttttt.

9. Arif - Desember 27, 2009

Akur aja, memang mestinya resiko tkt kesulitan serta jumlah product mrkn tolok ukur besar kecilnya gaji & jgn lupa Karakter pekerjaan institusi berbeda juga dipikirkan.cth guru/dosen,dokter dsb tentu beda dgn birokrat. masak tkg stempel kantor gajinya = bahkan lebih dibandingkan kerja dgn otak.hilangkan saja berbagai tunj yg nggak jelas !

10. Arif - Desember 27, 2009

Kpd para Pemikir Negara : PNS mestinya mrpk pintu masuk neg utk mendapatkan tenaga dr rakyat yg terbaik, utk itu tes PNS btl2 selektif tdk sarat KKN spt saat ini.shg msyarakat akan mendapatkan pelayanan orang2 cerdas tdk malas2 dan pasti masy puas serta tdk keberatan bayar pajak.Coba sampean semua baru akan masuk kantor pasti terpikir akan bayar brp kali &brp banyak. bhkn kentut pun mungkin akan mbayar bila brd disuatu kantor tul nggak…?!

11. Arif - Desember 27, 2009

Saya heran ttg menejemen Kantor, masak yg namanya berkas Peg baru dgn Peg lama sama/justru lbh rumit dan ruwet.Jamannya jaman Komputer kemampuan penyimpanan data sangat besar tp dlm pemberkasan masih spt thn 70 an sblm ada komputer dan lamanya nggak beda bhkn lebih lama mungkin berkas2 disimpan digudang betapa besar/luas gudangnya ya…. Amit-amit!

12. adhil - Januari 14, 2010

Terserah deh…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: