jump to navigation

Pertumbuhan Orang Superkaya Indonesia September 9, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

Ditengah kesulitan ekonomi dunia karena collapse-nya kredit perumahan Amerika (sub-prime mortgage) yang berimbas ke sektor-sektor lain termasuk perekonomian Indonesia yang ikut menjadi meriang. Sehingga mendorong pemerintah kita untuk melakukan “penyesuaian” harga BBM kita dengan harga pasar dunia. Yang pada akhirnya membuat masyarakat Indonesia harus ikut menanggung akibat dari krisis yang ditimbulkan oleh Amerika.

Namun ada fenomena “paradoksal” dari apa yang seharusnya terjadi di masyarakat kita. Ternyata populasi orang superkaya (high net worth individual – HNWI) Indonesia meningkat secara signifikan. Menurut hasil survey Capgemini SA and Merrill Lynch & Co menyatakan bahwa pada tahun 2007 jumlah orang superkaya Indonesia yang memiliki aset finansial 1 juta dollar AS atau lebih meningkat 16,8 persen menjadi 23.000 orang (Kompas, 26 Juni 2008). Tingkat pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan orang superkaya dunia yang hanya tumbuh 6 persen (40,1 juta orang). Pertumbuhan HNWI Asia sebenarnya tergolong tinggi sekitar 7 persen pertahun, dengan dua negara dengan angka pertumbuhan tertinggi (2006) yaitu India (22 %) dan Korea Selatan (20 %).

Bila dibandingkan jumlah HNWI Asia, jumlah HNWI Indonesia sebenarnya masih relatif kecil. Populasi HNWI yang ada di Asia berjumlah 2,4 juta orang, sedangkan HNWI Indonesia hanya 0.96 % nya. Namun fenomena lonjakan kenaikan para HNWI Indonesia ini mengundang tanda tanya, kenapa bisa terjadi ? konon, salah satu penyebabnya adalah industri yang terus melahirkan generasi superkaya Indonesia adalah industri rokok. Dimana tingkat elastisitas konsumsi dan loyalitas konsumen rokok relatif tinggi. Sehingga meskipun dalam kondisi krisis, demand atas konsumsi rokok relatif stabil/naik (konsumsi no 5 terbesar dunia). Menurut Survei Sosial, Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2001, 2003 dan 2004 dapat dipaparkan bahwa prosentase perokok Indonesia terus meningkat (31,8 %; 32 % dan 34,5 %). Selain industri rokok, booming komoditas tambang dan perkebunan diluar Jawa (Sumatera dan Kalimantan) ikut melahirkan para HNWI baru. Di Bali, booming harga property terutama harga tanah ikut andil pula mencetak para HNWI baru.

Sebenarnya jumlah para HNWI Indonesia lebih banyak dari angka diatas, karena apa ? banyak HNWI Indonesia yang tinggal di negara lain tidak masuk dalam survey tersebut. Masih menurut hasil survei tahun 2006 dari lembaga seperti tersebut diatas, jumlah HNWI Indonesia yang tinggal di Singapura saja sebanyak 19.000 orang dengan nilai aset 93 miliar dollar. Dan yang mencengangkan, jumlah para HNWI Indonesia tersebut sepertiga jumlah total HNWI yang ada di Singapura. Jadi meskipun kondisi negara dalam keadaan krisis berat, namun masih mampu melahirkan warga negara- warga negara dengan kondisi ekonomi sangat makmur (tidak termasuk penulis – karena masih harus nge-blog).

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: