jump to navigation

Creme-de-la-crème, itu apa ? September 13, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan, Istilah Keuangan.
Tags:
trackback

Kalau anda baca judul diatas, mungkin imaginasi anda akan terbawa dengan membayangkan sebuah makanan atau es cream nan lezat dan nikmat. Tapi imaginasi anda sebenarnya tidaklah terlalu salah. Karena kalau ada idiom “creme-de-la-crème” akan selalu berbicara tentang kenikmatan hidup, orang-orang kaya, gaya para hedonis. Anda tentu masih ingat acara creme-de-la-crème di salah satu TV swasta. Yang memang isi program TV tersebut akan bercerita tentang gaya hidup para jetset dunia yang kaya raya. Mereka (mungkin) sudah tidak perlu memikirkan lagi bagaimana susahnya cari rezeki dengan bekerja, hidup mereka hanya diisi dengan acara bepergian liburan ke pojok-pojok dunia dengan tinggal di hotel mewah, memiliki kapal pesiar atau mobil mewah.

Menurut kamus Wiktionary (Noun) Creme-de-la-crème (idiomatic) : Best of the best; something that’s superlative.To be an astronaut you must be the crème de la crème.

Jadi menurut kamus diatas, kalau kita ibaratkan orang kaya adalah sebuah es cream yang lezat. Creme-de-la-crème adalah toppingnya, tidak sekedar lezat tapi luezzat, atau kalau pakai istilahnya Pak Bondan Winarno adalah ‘Top Markotop’ nya orang kaya. Nah …. Kita akan bercerita sedikit tentang ‘Best of the best’ ini.

Nah untuk mendefinisikan batasan ‘KAYA’ itu seberapa besar ? Banyak orang memberikan definisi tentang batasan kaya dengan bahasan yang berbeda2. Mari ambil contoh konkrit definisi kaya dari 2 kandidat presiden Amerika antara John Mc Cain dan Obama, sewaktu mereka secara terpisah ditanya tentang batasan bahwa seseorang bisa disebut kaya. John Mc Cain memberi batasan lk $ 5,000,000, sedangkan Obama memberi batasan kalau seseorang bisa menjual buku best seller dengan total penjualan sebesar lk $ 25,000,000. Meskipun keduanya menjawab dengan bahasa yang tidak serius, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa batasan bahwa seorang bisa disebut kaya memang tidaklah mudah dan besarannya tidak absolute, serta penjenjangan dalam kategori kaya juga berbeda2. Ok, kita pakai saja penjenjangan kaya menurut Ubaidillah Nugraha, dimana yang namanya kaya ada 4 kategori : Mass affluent, Affluent, High Networth dan Ultra High Networth.

Kriteria Wealthy (US $)

Lembaga Konsultan

Mass Affluent

Affluent

High Networth Individual

Ultra High Networth Individual

BCG

100,000 – 1 jt

1 – 5 jt

> 5 jt

KcKinsey

20,000 – 1000,000

100,000 – 1 jt

1 – 50 jt

> 50 jt

Delolite

< 150,000

150,000 – 1 jt

1 – 25 jt

> 25 jt

Merril Lynch/Cap Gemini

N/A

N/A

1 – 30 jt

> 30 jt

Celeste

250, 000 jt – 2 jt

N/A

2 – 10 jt

> 10 jt

Indonesia

50,000 – 150,000

150,000 – 400,000

> 400,000

Sumber : Ubaidillah Nugraha, “Wealth Management”, Jakarta, 2007

Jadi yang berhak menyandang nama sebagai creme-de-la-crème adalah kelompok di kolom paling kanan dari tabel diatas. Sekarang coba kita cari person-personnya, kita browsing ke situsnya FORBES nah disitu ketemu para mbahnya orang kaya baik global maupun Indonesia.

The World’s Richest People

Rank

Name

Citizenship

Age

Net Worth ($bil)

Residence

1

William Gates III

United States

50

50

United States

2

Warren Buffett

United States

75

42

United States

3

Carlos Slim Helu

Mexico

66

30

Mexico

4

Ingvar Kamprad

Sweden

79

28

Switzerland

5

Lakshmi Mittal

India

55

23.5

United Kingdom

6

Paul Allen

United States

53

22

United States

7

Bernard Arnault

France

57

21.5

France

8

Prince Alwaleed

Saudi Arabia

49

20

Saudi Arabia

9

Kenneth Thomson & family

Canada

82

19.6

Canada

10

Li Ka-shing

Hong Kong

77

18.8

Hong Kong

11

Roman Abramovich

Russia

39

18.2

United Kingdom

12

Michael Dell

United States

41

17.1

United States

13

Karl Albrecht

Germany

86

17

Germany

14

Sheldon Adelson

United States

72

16.1

United States

15

Liliane Bettencourt

France

83

16

France

15

Lawrence Ellison

United States

61

16

United States

17

Christy Walton

United States

51

15.9

United States

17

Jim Walton

United States

58

15.9

United States

19

S Robson Walton

United States

62

15.8

United States

20

Alice Walton

United States

56

15.7

United States

21

Helen Walton

United States

86

15.6

United States

22

Theo Albrecht

Germany

83

15.2

Germany

23

Amancio Ortega

Spain

70

14.8

Spain

24

Steven Ballmer

United States

50

13.6

United States

25

Azim Premji

India

60

13.3

India

Sedangkan sepuluh besar orang terkaya 2008 (Indonesia) versi Forbes, nama yang muncul masih menunjukkan bahwa industri rokok masih dominan sebagai wealth creator industry. Namun ada nama-nama diluar lingkaran industri rokok, misal nama Martua Sitorus dengan grupnya Wilmar International. Bisnis utamanya bergerak dibidang perkebunan kepala sawit dan turunannya (mungkin anda salah satu konsumen produknya yaitu minyak goreng Sania), dan nama Eddy William Katuari pemilik grup Wings dimana saya sendiri adalah penggemar produknya (mie Sedaaap).

10 Orang terkaya Indonesia versi Forbes tahun 2008

No

Nama

Billion

US $

1

Aburizal Bakrie dan keluarga

5,4

2

Sukanto Tanoto

4,7

3

R. Budi Hartono

3,14

4

Michael Hartono

3,08

5

Eka Tjipta Widjaja dan keluarga

2,8

6

Putera Sampoerna dan keluarga

2,2

7

Martua Sitorus

2,1

8

Rachman Halim dan keluarga

1,6

9

Peter Sondakh

1,45

10

Eddy William Katuari dan keluarga

1,39

Dengan kondisi perkembangan pertumbuhan orang superkaya Indonesia tercepat ketiga di Asia (14,7 %/th) setelah India dan Korea Selatan, membuat Indonesia adalah pasar yang menggiurkan bagi perusahaan2 pengelolaan keuangan dunia untuk ikut mengais rejeki di negara ini.

Melihat kondisi seperti ini, ada yang perlu kita prihatinkan, disatu sisi pertumbuhan orang superkaya Indonesia yang terus melejit, namun dilain pihak himpitan beban masyarakat kelas bawah yang terengah-engah setelah adanya kenaikan harga BBM dan kenaikan bahan pokok, membuat ketimpangan ekonomi antara si kaya dan si miskin menjadi semakin dalam jurang perbedaannya.

Di bagian akhir tulisan ini, saya ingin menegaskan bahwa tulisan ini bukan mendorong kita supaya berlomba-lomba mengejar materi duniawi semata (ok, bila sesekali kita perlu melihat keatas, sebagai upaya kita meningkatkan kinerja agar lebih produktif). Namun kita perlu senantiasa introspeksi diri dengan melihat segala kekurangan yang ada terutama bagi saudara kita yang kurang beruntung dibandingkan kita. Terakhir, sebagai umat beriman sebaik baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya. Selamat berpuasa Ramadhan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: