jump to navigation

Menikahlah agar sejahtera secara ekonomi September 19, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

Bagi para remaja yang masih ragu dan risau apabila hendak menikah karena alasan keterbatasan ekonomi, berikut ini ada penjelasan yang mungkin perlu dibaca secara bijaksana agar keraguan tersebut hilang. Bagi para pemuda yang sudah memasuki usia menikah akan tetapi masih ragu akan kesiapannya untuk memberikan jaminan ekonomi bagi keluarga barunya, mungkin dikarenakan belum mempunyai pekerjaan tetap, atau masih ragu apakah besaran rizkinya belum cukup untuk menafkahi keluarganya.

Bagi anda yang beragama Islam sebenarnya ada jaminan dari Allah : “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32).

Dari ayat diatas sebenarnya jelas bahwa ada jaminan bahwa kita tidak perlu ragu dengan kesempitan rizki apabila hendak menikah karena karunia Allah sangatlah luas. Seringkali penulis mendengar nasehat dan petuah dari para sesepuh yang memberi perumpamaan bahwa rizki buat seekor induk ayam dan anak-anaknya saja sudah dijamin sendiri oleh Allah. Ayam tersebut dengan ihktiarnya mampu memberi makan baik untuk dirinya maupun untuk anak-anaknya. Dan ternyata benar juga bahwa tidak pernah ditemukan seekor ayam yang mati kelaparan seandainya dia mau berusaha mencari makan.

Nah kalau itu kan ayam, kita kan manusia, manusia lebih kompleks kebutuhannya tidak seperti ayam. Mungkin ada sebagian yang masih protes dengan perumpamaan ayam tadi. Memang benar, kebutuhan manusia lebih banyak dan jenisnya beragam. Namun ada fakta yang menarik tentang ikatan pernikahan ditinjau dari sisi ekonomi berdasarkan survey yang dilakukan di Amerika, ada hal-hal menarik yang perlu kita ketahui bahwa :

1. Ditemukan fakta bahwa median (titik tengah) kekayaan bagi pasangan yang menikah adalah $101,975 sedangkan bagi median bagi bujangan pria adalah $23,700 dan wanita adalah $20,217. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pasangan menikah kekayaannya 4 kali lipat dibandingkan kekayaan orang masih single (Census Bureau Wealth Study).

2. Sebuah studi selama 15 tahun yang melibatkan 9.000 orang responden, menunjukkan bahwa pasangan yang menikah kekayaan bersihnya hapir dua kali lipat dari orang single.

3. Bagi pasangan suami istri yang kemudian timbul konflik keluarga dalam tenggang waktu 4 tahun sebelum jatuh putusan cerai, kekayaannya mulai menurun. dan ketika mereka bercerai, kekayaan bersihnyanya kemudian berkurang hingga 77 %.

Nah dari bukti-bukti diatas dapat kita simpulkan bahwa secara umum dengan menikah kesejahteraan seseorang dapat meningkat secara signifikan, meskipun pembuktian secara empiris tersebut tidak dilakukan di negara kita. Namun penelitian tersebut dapat kita gunakan sebagai pegangan awal menuju pembuktian dari asumsi kita bahwa dengan menikah orang menjadi lebih sejahtera. Nah….sekarang tunggu apa lagi buruan ke Penghulu.

Sumber: Marriage Makes People Richer

Komentar»

1. indru - September 21, 2008

bagus mas,tp sayangnya saya blm ada pasangan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: