jump to navigation

Apakah perlu suami istri sama-sama bekerja ? November 20, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Hal yang lumrah

Dewasa ini sangatlah lumrah menemukan wanita yang berkarya di berbagai tempat kerja, bahkan para pegawai wanita ini mempunyai karir yang cemerlang ditempat kerjanya. Banyak organisasi baik di pemerintahan atau sektor swasta dipimpin oleh wanita. Sebagai contoh perusahaan ASTRA yang berkecimpung dalam industri otomotif yang stereotip dengan dunia pria pernah dipimpin oleh wanita, juga beberapa departemen pemerintah dipimpin oleh wanita bahkan negeri ini juga pernah dipimpin oleh wanita. Beberapa contoh wanita karir diatas adalah sebagai contoh dari adanya pergeseran nilai-nilai dari masyarakat yang terus berubah. Dahulu, wanita hanya berperan dalam domain domestik keluarga kini mereka ikut andil dalam menegakkan pilar ekonomi keluarga.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan dengan alasan ekonomi yang mendorong sang suami mengijinkan istrinya untuk bekerja. Dengan dua orang bekerja maka ekonomi keluarga diharapkan lebih kokoh bila dibandingkan dengan satu orang saja yang bekerja. Bagi anda pasangan suami istri (pasutri) yang sedang mempertimbangkan apakah perlu kedua belah pihak bekerja, ada beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan mengijinkan sang istri ikut bekerja.

Alasan ekonomi

Dengan kedua belah pihak bekerja maka akan timbul biaya tambahan sebagai konsekuensi bilamana pasutri tersebut bekerja. Biaya-biaya yang mungkin timbul bisa dalam bentuk :

· * Biaya pemeliharaan/pengawasan anak

Bagi keluarga yang tinggal dikota besar dimana mereka pada umumnya adalah nucleus family – keluarga inti (ayah, ibu dan anak saja) maka perlu menyewa orang yang bertugas menggantikan peran orang tua sebagai pengawas anak. Biaya sewa pegawai ini bisa lumayan besar tergantung kecakapan dan masa kerja pegawai tersebut.

· * Biaya transportasi

Biaya tambahan transportasi juga perlu diperhitungkan bilamana jalur ke tempat kerja pasutri tidak pada arah yang sama, maka masing-masing orang perlu mengeluarkan biaya transportasi sendiri-sendiri untuk sampai ke tempat kerjanya.

· * Biaya konsumsi

Ditempat kerja masing-masing orang juga harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli konsumsi. Bilamana tempat kerjanya berada pada pusat kota yang jauh dari pemukiman warga tentu biaya konsumsinya akan semakin mahal, karena akan semakin sulit mencari tempat jajan yang murah meriah..

· * Belanja fashion

Kalau anda bekerja tentu butuh belanja fashion baik untuk beli baju kerja maupun kosmetik yang mendukung penampilan anda. Belanja untuk fashion ini seringkali besarnya mendekati total penghasilan anda, maka semakin anda bijak dalam belanja fashion ini akan membuat anda bisa menghemat uang anda dan tidak terlalu royal serta mengurangi belanja yang tidak perlu.

Alasan non ekonomi

Tidak bisa dikesampingkan pula bahwa alasan non ekonomi juga perlu diperhitungkan untung ruginya bilamana hendak mengijinkan istri bekerja. Beberapa alasan-alasan non ekonomi misalnya :

· * Pendidikan anak

Untuk faktor non ekonomi, pendidikan anak haruslah yang diutamakan. Buat apa memperoleh tambahan kesejahteraan akan tetapi pendidikan anak menjadi terabaikan, terutama bilamana anak-anak tersebut tergolong anak-anak dengan ‘kebutuhan khusus’ sehingga akibatnya perkembangan intelektual anak menjadi terhambat. Padahal pendidikan adalah modal dasar bagi generasi penerus untuk mengisi kehidupannya kelak.

· * Keamanan rumah

Seringkali rumah menjadi kurang aman bilaman ditinggalkan pasutri yang bekerja. Dengan salah satu pasangan yang tetap tinggal dirumah akan mengurangi resiko yang mungkin tidak diinginkan.

Keputusan

Dengan menimbang beberapa alasan diatas mungkin dapat sebagai konsideran apakah perlu pasutri bekerja diluar rumah. Untuk alasan ekonomi, anda harus menghitung total penghasilan yang diterima suami dan istri dan biaya-biaya yang mungkin timbul bilamana istri ikut bekerja. Bilamana masih ada selisih positif dari perhitungan anggaran keluarga anda, maka tidak ada salahnya sang istri ikut bekerja. Sedangkan alasan non ekonomi juga perlu dipertimbangkan pula, bilamana hambatan non ekonomi ini sudah dapat dicarikan solusinya, misalnya pengawasan anak dilimpahkan kepada orang/pihak yang dapat anda percaya, maka tidak ada salahnya kedua belah pihak bekerja diluar rumah.

Penutup

Dewasa ini dengan semakin terbuka dan berkembangnya sistem ekonomi kita, memungkinkan orang bisa bekerja tanpa meninggalkan rumah, misalnya dengan berkembangnya teknologi dan pengguna internet memungkinkan orang untuk melakukan kegiatan internet marketing. Hal ini bisa sebagai pertimbangan pasutri bilamana ada keinginan untuk bekerja akan tetapi masih enggan untuk meninggalkan rumah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: