jump to navigation

Bayarlah Cicilan Utang Secara Bijak November 24, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Kebiasaan Utang

Jaman sekarang dimana hampir semua barang bisa dibeli dengan utang, dari beli panci sampai beli merci bisa pake utang. Hampir tidak ada orang yang bebas dari utang terutama utang bank. Malah orang mau pensiun saja masih ditawari untuk ngutang, Jadi peranan kreditur sangat besar peranannya dalam membangun ekonomi nasional…. tul gak.

Karena banyak ditawari utang, maka banyak orang yang menjadi lupa dengan alasan aji mumpung ada yang nawari utang, maka diambil semua tawaran utang tersebut. Nah…hasilnya….. jebloklah keuangannya, salah satu indikasi kalo orang banyak utangannya adalah makan nggak enak, tidur nggak nyenyak dan seringnya ganti nomer hape untuk menghilangkan jejak karena sering dikejar-kejar debt collector (sori joke aja).

Pengelolaan Utang

Bagi anda yang sudah terlanjur banyak mengambil utang dan merasa kesulitan mengelola cicilan utang ada beberapa tips menurut Safir Senduk yang bisa anda terapkan :

  1. Bayarlah cicilan utang sebagai prioritas utama

Setelah menerima gaji bulanan jangan dipakai dulu untuk kebutuhan lain. Langsung sisihkan untuk cicilan utang anda, kalau alokasi cicilan utang belakangan maka ditakutkan uang anda sudah tidak bersisa lagi buat bayar utang.

  1. Bayarlah cicilan dengan bunga paling besar

Cari cicilan dengan beban yang paling berat yaitu utang dengan bunga paling tinggi maka cicilan tersebut harus diprioritaskan untuk segera dibayar baik cicilannya ataupun pelunasannya. Kalau anda tidak tidak bisa melunasi utang tersebut cari bank lain yang bunganya lebih murah dan apply untuk memperoleh fasilitas semacam transfer balance.

  1. Perbesar cicilan bilamana aset dari utang nilainya menurun

Anda akan merugi bilamana anda mempertahankan membayar cicilan utang untuk barang-barang yang nilainya berkurang. Contohnya jika anda kredit pembelian komputer. Nilai obsolete komputer sangat tinggi karena cepatnya perkembangan teknologi komputer. Maka perbesar saja cicilannya, kalau lunas bisa dijual lagi mumpung masih ada nilai residualnya.

  1. Pertahankan cicilan utang yang nilainya asetnya meninggi

Tidak ada asalahnya anda pertahankan saja cicilan utang bilamana tenor utang tersebut adalah jangka panjang dan nilai aset hasil utang terus meninggi, contohnya adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Biasanya nilai aset property relatif stabil bahkan selama berjalannya waktu nilai property seringkali lebih tinggi dari nilai awal anda beli. Jadi anda bayar cicilan dengan harga lama tapi nilai asetnya terus meninggi.

Nah tugas anda sekarang adalah susun profil utang anda dan coba terapkan strategi pengelolaan utang diatas. Semoga tidur anda akan lebih nyenyak ….z..zZ.z.Z.zz.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: