jump to navigation

AWAS, KEMBALINYA KRISIS EKONOMI LAGI !! Desember 4, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

“Kalau tetangga kehilangan pekerjaan, itu namanya resesi. Kalau anda juga kehilangan pekerjaan, itu depresi”. Itu adalah olok-olok di kolom analisis ekonominya Rhenald Kasali di harian Kompas. Belum pulih dari krisis ekonomi yang kita alami sepuluh tahun lalu, kini masyarakat Indonesia harus bersiap-siap merasakan gelombang krisis ekonomi kembali. Tanda-tanda bahwa dampak gelombang krisis ekonomi global ke ekonomi nasional kita sudah mulai terlihat.


Sinyal

Akhir-akhir ini beberapa surat kabar nasional sudah menurunkan berita-berita tentang menurunnya kinerja ekonomi nasional. Ada beberapa indikator yang harus kita cermati karena mengindikasikan kembalinya resesi melanda ekonomi negara kita. Beberapa indikator ekonomi yang menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi kita sedang terganggu antara lain : menurunnya nilai tukar, inflasi, penurunan nilai ekspor, bangkrutnya beberapa sektor industri dan masalah ketenagakerjaan.

Nilai tukar rupiah yang merosot

Salah satu indikator ketahanan ekonomi nasional adalah stabilitas kurs tukar kita terhadap valuta asing. Secara riil nilai tukar Rupiah adalah posisi yang paling rentan karena daya tawar ekonomi memang kurang bergigi. Dari sumber data BI, kalau kita bandingkan nilai Rupiah per 1 Desember 2008 (Rp. 12.724) telah mengalami penurunan sebesar 30 % dibandingkan US Dollar dari per 1 Juli 2008 (Rp. 9.715). Dengan adanya pelemahan kurs tukar ini membuat dilema bagi bank sentral (BI) disatu sisi untuk agar dana asing tetap masuk karena kita masih butuh suntikan dana asing sebagai stimulan ekonomi agar tetap tumbuh yaitu dengan menaikkan BI rate dilain sisi menaikkan BI rate akan membawa konsekuensi mempersulit pertumbuhan di sektor riil karena biaya modal yang semakin mahal sehingga sektor riil akan terancam stagnan/menurun.

Kenaikan harga produk konsumsi

Bersumber dari release data BPS per 1 Desember 2008 menunjukkan bahwa Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2008 sebesar 11,10 persen, sedangkan asumsi APBN-P 2008 hanya sebesar 6,5%. Hal ini berarti bahwa secara riil kenaikan harga-harga secara umum sudah melampaui dari asumsi APBN-P 2008. Beberapa pelaku bisnis sudah mengisyaratkan kalau adanya tekanan kenaikan biaya produksi sehingga memicu kenaikan harga produk akhir.

Penurunan nilai dan volume ekspor untuk sektor industri tertentu

Ada beberapa sektor industri yang sudah terkena dampak krisis ekonomi global beberapa diantaranya adalah sektor industri alas kaki dan sektor industri pulp dan kertas. Kedua sektor ini sudah menunjukkan kelesuan permintaan dari pembeli internasional. Proses produksi yang sekarang dijalankan adalah untuk mengisi sisa kontrak sampai beberapa bulan kedepan, dan selanjutnya ….. belum ada kepastian apakah masih ada order lagi.

Bankrutnya beberapa sektor industri :

Bilamana kelesuan permintaan ini tetap berlanjut seperti ini maka akan terjadi kebangkrutan tidak hanya dari pelaku usaha dari dua sektor industri ini, akan tetapi membawa dampak sampai ke industri pendukungnya, misalnya adalah para penyedia bahan dasar/kulit/kain/karet, bahan kimia, benang dan jasa pemotongan pola, penyedia jasa transportasi termasuk perbankan dengan tingkat NPLnya yang akan naik.

Ketenagakerjaan

Jumlah tenaga kerja yang di PHK sebagai akibat tutupnya sektor industri yang terkena dampak krisis akan melambung tinggi. Perkiraan jumlah pekerja yang di PHK seperti pendapat yang dikutip Rhenald Kasali diperkirakan jumlahnya antara 1 – 2 juta orang. Banyak kalangan dunia usaha yang bersiap-siap mengurangi pekerjanya bilamana faktor-faktor produksi tidak mendukung produksi barang/jasa. Sebagai contoh, PT Maspion berencana merumahkan 3.000 pekerja dari 20.000 orang bilamana ongkos produksi dan efisiensi tidak bisa ditekan lagi. Menurut Rhenald, setiap kontraksi ekonomi sebesar 1 % akan mengurangi lapangan kerja sebanyak 150.000 orang. Jadi mudah-mudahan penurunan kinerja ekonomi tidak terlalu parah sehingga tidak banyak saudara kita yang akan menjadi korban PHK.

Upaya Bersama Atasi Krisis

Komentar tentang perlunya pemerintah sigap dalam menghadapi krisis global ini tidak hanya disampaikan dari kalangan ekonom saja, namun beberapa tokoh masyarakat seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah – Din Syamsuddin, juga memberikan pendapat agar pemerintah jangan menggangap enteng terhadap krisis yang bakal terjadi dan perlu upaya kolektif bangsa antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasinya. Upaya penggalangan program bersama secara internasional mengatasi krisis keuangan global ini juga telah diupayakan karena akan terasa berat apabila hanya ditanggung penyelesaiannya oleh salah satu negara saja tanpa bantuan dari negara lain. Maka terbetiklah usulan untuk menggalang dana bersama yang akan digunakan sebagai dana talangan/swap multilateral untuk membantu negara-negara yang terlanda krisis pada pertemuan ASEM di Beijing – China. Negara-negara Asia yang terlibat dalam program swap multilateral terdiri dari 13 negara Asia yaitu 10 negara ASEAN + China, Jepang, Korsel dan telah membentuk komitmen bersama untuk mengumpulkan dana bersama sejumlah $ 80 miliar.

Selain dana bersama, dari dalam negeri juga ada yang menyarankan bahwa pemerintah perlu menggulirkan kembali dana jaminan sosial yang diperuntukkan bagi korban PHK, karena kemungkinan gelombang PHK bisa terjadi secara besar-besaran sehingga tekanan ekonomi para korban PHK bisa dikurangi.

Nah kondisi ini memang memprihatinkan terutama pekerja yang rawan terkena dampak krisis dan bagi para pencari kerja baru akan semakin sulit memperoleh pekerjaan yang tersedia. Boro-boro adanya ekspansi dunia usaha, malah kemungkinan terjadi kontraksi ekonomi, sehingga semua perlu tahan napas panjaaaa….ng.

Seperti halnya pemulihan ekonomi pada krisis ekonomi tahun 1998, ketahanan dari sektor UMKM merupakan kontributor dan katub pengaman dalam pemulihan kondisi ekonomi meskipun belum sepenuhnya normal kembali. Nah bagi anda para pencari kerja baru… (saran aja) kenapa nggak mulai belajar menjadi entrepreneur (atw jadi netpreneur atau apalah), karena kalau kita lihat dari sisi sektor yang masih mampu menyerap tenaga kerja dalam volume yang lumayan besar hanyalah dari sektor government saja, sedangkan kebutuhan tenaga kerja dari sektor swasta masih wait & see melihat situasi mendatang.

Lowongan kerja yang tersedia di sektor pemerintah sangat berat untuk diperebutkan, sebagai contoh : proses rekruitmen pegawai Depkeu baru-baru ini yang ikut mendaftar diatas 100 rb orang, sedangkan posisi jabatan yang tersedia tidak sampai 2.000 orang. Jadi persaingannya SANGAT KETAT kurang dari 2 % yang bakalan diterima.

Jadi perlunya kita sekalian berpartisipasi aktif dalam mengantisipasi krisis yang mungkin terjadi dengan mulai memberdayakan kembali UMKM dan membangun mental wirausaha dimasyarakat. Minimal dengan upaya ini bisa menolong diri kita sendiri apalagi dapat menolong orang lain. Ingat, iklan di salah satu merk rokok yang bercerita tentang seseorang yang kreatif dan berani mengambil keputusan berwirausaha dan beroleh kesuksesan daripada ikut serombongan orang yang berbondong-bondong memperoleh gelar pendidikan dan belum jelas nasibnya menjadi apa setelah lulus.

Komentar»

1. Jonathan Haryanto - Desember 12, 2008

Menghadapi tekanan lingkungan bisnis yang berubah cepat, perusahaan2 dituntut mampu memberdayakan dan mengoptimalkan seluruh potensi SDM dan organisasi yang solid berupa program Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK), yang akan mentrasformasi organisasi beserta SDM-nya menuju organisasi pembelajar (learning organization).

eko sulistyo - Desember 12, 2008

Satuju…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: