jump to navigation

PENDIDIKAN KECERDASAN FINANSIAL SEDARI DINI Desember 27, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Etos Keuangan.
trackback

money-and-child-rSalah satu kekaguman saya akan negeri Jepang adalah masyarakatnya memberikan pengenalan dan pendidikan kecerdasan finansial kepada anak-anaknya sedari dini. Disetiap bazaar yang diadakan di sekolah diantara tenda-tenda tempat berjualan selalu terselip beberapa anak dengan beralaskan kain seadanya menjajakan barang kesayangannya untuk dijual. Sebenarnya nilai uang hasil dari penjualan mereka tidaklah banyak karena item yang dijual adalah barang collectible kepunyaan anak-anak, baik berupa mainan atau alat tulis yang memang masih bagus kondisinya.

Setelah saya renungkan ternyata bahwa para orang tua anak-anak tersebut sudah mempunyai kesadaran untuk mengajari anak-anak mereka dengan konsep praktis ekonomi yang tujuannya tidak lain adalah membentuk kecerdasan finansial. Maka tidaklah mengherankan negara Jepang dewasa ini maju terutama dengan kemampuan ekonominya. Kenapa mereka unggul ternyata salah satu faktor karena mereka sudah dididik oleh orang tua mereka sedari dini tentang kecerdasan finansial.

Seringkali kita tidak sadar sebagai orang tua bahwa salah satu tugas kita adalah mengajari anak-anak kita dengan pendidikan kecerdasan finansial agar jangan kepada mereka menjadi generasi yang hanya tahunya meminta uang saja tanpa tahu darimana uang itu berasal. Ditakutkan apabila pendidikan pengelolaan uang ini tidak diajarkan sejak dini, generasi mendatang akan menjadi generasi pemboros dan miskin ekonomi karena tidak dapat mengelola keuangannya dengan baik. Seandainya kita tahu cara mendidik anak-anak kita dengan pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan finansial maka saya yakin bahwa mereka akan lebih kaya dengan kondisi finansial generasi pendahulunya.

Bila anak-anak itu melakukan kesalahan dalam mengelolan uang mereka, latih mereka kembali. Lebih baik mereka melakukan kesalahan sekarang daripada hal tersebut mereka lakukan pada saat mereka dewasa, akan lebih fatal akibatnya. Mari kita ajari dan latih anak kita bagaimana mengelola uang dengan baik dan benar, karena tanggung jawab pendidikan anak kita tidak dapat sepenuhnya hanya diserahkan kepada sekolah. Ilmu pendidikan tentang kecerdasan finansial bagi anak-anak memang belum ada sekolahnya, namun tidak ada salahnya kita juga ikut belajar bagaimana mendidik mereka dengan benar dalam ilmu pengelolaan keuangan.

Dari praktek yang sederhana bisa kita lakukan melalui program ’uang saku’. Disini dapat dikenalkan beberapa konsep dan tips sederhana bagaimana mengelola uang dengan bijaksana. Melalui program ’uang saku’ ini dapat dikenalkan beberapa konsep, misalnya :

  • Mendeskripsikan kebutuhan pribadi

Dalam memberikan uang saku, mereka perlu ditanya untuk apa saja uang itu akan dibelanjakan. Tentu mereka akan berusaha mendeskripsikan apa saja hal yang mereka butuhkan. Dari pertanyaan kebutuhan tersebut tentu mereka akan mengajukan kebutuhan dari A – Z. Dan pemberian uang saku ini seyogyanya tidak berlebihan karena maksud kita adalah mendidik mereka bagaimana mengelola keuangan dengan baik dengan sumber pemasukan yang terbatas.

  • Prioritas kebutuhan

Seringkali anak tidak tahu bahwa mereka perlu menjaga keseimbangan bahwa tidak boleh ’besar pasak daripada tiang’. Karena mereka belum mengetahui bahwa sebenarnya kebutuhan itu melebihi alokasi sumber ekonomi yang tersedia. Maka mereka perlu diajari mengalokasikan sumber ekonomi yang terbatas ini kedalam kebutuhan- kebutuhan mereka, sehingga perlu mereka perlu membuat prioritas kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan yang tidak perlu segera dipenuhi. Diharapkan dari pembuatan daftar prioritas kebutuhan ini mereka juga akan tumbuh kesabaran karena antara kebutuhan yang diinginkannya dan waktu pencapaiannya ada jeda waktu pemenuhannya.

  • Konsep kaya dan miskin

Kalau uang banyak dihabiskan untuk belanja tentu uang mereka akan sedikit/habis dan demikian pula sebaliknya. Dan perlu dijelaskan pula kondisi kaya dan miskin beserta akibat-akibatnya. Bila ingin dalam kondisi kaya perlu dijelaskan dengan cara apa untuk mencapainya yaitu tentu saja dengan menabung. Jadi mereka sudah mempunyai gambaran kalau surplus (kaya) akan lebih menyenangkan dibandingkan dalam kondisis defisit (miskin). Jadi biar muncul sikap hati-hati mereka dalam mebelanjakan uangnya agar tidak terperosok kedalam kondisi defisit.

  • Mendidik beramal

Mereka juga perlu diperkenalkan konsep tenggang rasa terhadap saudara mereka yang kekurangan. Dalam hal ini agar mereka juga dapat mengerem sifat egois jangan hanya mementingkan kebutuhan diri pribadi tanpa melihat lingkungan sekitar mereka. Berikan pengertian bahwa uang saku yang diberikan kalau bisa disisihkan untuk beramal membantu sesama.

  • Konsep dan fungsi Uang

Perlu dikenalkan pula konsep uang, dimana uang ini seperti dalam konsep ekonomi secara umum adalah medium untuk melakukan kegiatan transaksi dan tabungan saja bilamana surplus. Agak riskan kalau menjelaskan kepada mereka mengenai fungsi spekulasi karena membutuhkan landasan yang lebih kuat, sebagai orang tua saja kita tidak berani melakukan tindakan yang bersifat spekulasi karena kekurangan informasi akurat. Ditakutkan kalau pengenalan spekulasi ini dikenalkan secara mendalam akan membuat anak tersebut lebih bergantung kepada nasib baik daripada usaha nyata yang harus mereka lakukan untuk mencapai kesuksesan hidup. Perlu penekanan pula bahwa tidak semua kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan uang, masih ada banyak kebutuhan yang dapat dipenuhi tanpa uang misalnya pertemanan dan aktualisasi diri sehingga mereka tidak selalu fokus bahwa dengan uang dapat memenuhi semua kebutuhannya.

Mendidik generasi muda kita agar mereka mampu mengelola keuangan mereka secara mandiri dan bertanggung jawab dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi yang semakin maju dan kompleks memang tidak mudah. Pengetahuan pengelolaan keuangan atau istilah kerennya adalah financial planning umumnya ditujukan kepada orang dewasa bukan kepada anak-anak sehingga kita sebagai orang tua kekurangan referensi dalam mendidik anak. Selain tidak ada sekolah formalnya dan ditengah gempuran gaya hidup yang hedonis lebih mempersulit posisi orang tua dalam mendewasakan anaknya tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak. Namun seberat apapun kondisi dewasa ini, tanggung jawab sebagai orang tua tetap ada dipundak kita mengenalkan generasi muda kita mengenai kecerdasan finansial jangan sampai generasi berikutnya menjadi generasi pemboros dan miskin.

Komentar»

1. uyungs - Desember 29, 2008

Bagus sekali artikelnya. Salam kenal juga dr: http://obatngantuk.wordpress.com/

2. priasejati21 - Januari 11, 2009

Benar juga. Salah satu sukses keuangan adalah kemampuan dalam pengelolaan keuangan, salah satu nya apa yang kita sebut investasi..

Sekadar berbagi koleksi ebook Rahasia Sukses Kaya dari Para Motivator

3. sedjatee - Juli 24, 2009

eh.. bener juga ya Mas.. boleh juga tuh anak-anak indonesia belajar tentang manajemen keuangan sejak kecil dari uang saku.. hehehe…. btw ini blog bener-bener BPPK, huehehehehe……

salam
sedj

Jawab :
Konten sebenarnya agak melenceng dr BPPK. Diklat BPPK isinya publik finance kl blog saya maunya cerita personal finance gt

4. arief - September 8, 2009

kayaknya harus ada yang bikin blog khusus tentang pendidikan kecerdasan finansial sejak dini. atau bikin training-training mengenai kecerdasan finansial. selama ini di sekolah-sekolah belum diajarkan tentang kecerdasan finansial bahkan anak smu pun di indonesia tidak diajarkan. jadi lebih bagus lagi kalau dimulai lebiih dini

5. arief - September 8, 2009

saya sedang mencari tulisan-tulisan tentang mendidikan anak menjadi kaya dan seputar kecerdasan finansial sejak dini ada yang bisa bantu ga ya…

Jawab :
Coba cari di ezinearticles.com terus isi pencarian dengan di menu google search. Saya dapat banyak artikel disana.
salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: