jump to navigation

Apakah Uang Sebagai Aphrodisiac ? Januari 29, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

Ada uang abang kusayang, tidak ada uang abang kutendang” itu adalah celetukan salah aprodite2seorang pegawai kantor, terus aku jadi ingat itu bisa jadi salah satu prolog tema tulisan ini yang menggambarkan bahwa uang adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam hubungan asmara antara pria dan wanita. Ketertarikan yang menimbulkan gairah asmara antar lawan jenis yang dipengaruhi oleh faktor uang tidak hanya terjadi disini, dimana kondisi kebanyakan masyarakat kita yang masih dibawah dari makmur, jadi uang memang terlalu menggoda untuk dilewatkan begitu saja. Namun berbagai negara maju dengan tingkat kemakmuran yang tinggi, uang ternyata masih berpengaruh dalam proses hubungan asmara.

Hal ini menarik minat para peneliti yang ingin mengungkap pengaruh uang dalam hal asmara wanita kenapa uang dapat berperan sebagai aphrodisiac. Persepsi pada umumnya adalah bahwa wanita akan tertarik kepada pria karena faktor-faktor ketampanan, kejujuran, kecerdasan, dan kesetiaan, namun ternyata ada faktor “inner beauty” lain yang diincar wanita terhadap pria pujaannya, yaitu uang/materi.

Adakalanya para wanita bersedia diajak dating karena pria yang mengajaknya termasuk orang yang tidak pelit dan suka royal, atau merasa capek mikir segala tagihan biaya hidup atau alasan untuk sekedar relaksasi finansial. Apapun alasan yang dikemukakan, para peneliti berpendapat bahwa pada intinya ketertarikan wanita akan uang sebagai landasan hubungan asmara adalah karena peranan faktor insting. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita akan menilai kualitas seorang pria calon pasangannya berdasarkan “kemampuan memberi” (the ability to provide) sebagai alasan utama sebelum menabur benih cintanya.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh John Marshall Townsend (Syracuse University) dan Gary Levy (the University of Toledo) dapat disimpulkan bahwa alasan utama ketertarikan dari seseorang wanita akan uang masih dominan. Dalam penelitian tersebut dibentuk grup yang terdiri para wanita yang tunjukkan foto-foto pria. Kepada para wanita responden ini ditanyakan ingin diajak kencan oleh pria yang mana. Foto-foto pria yang ditampilkan ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu grup dokter, grup guru dan grup pekerja. Foto dari profesi dokter ditampilkan gambar-gambar pria dengan mengenakan jas dan jam tangan mahal, foto dari profesi guru digambarkan pria dengan mengenakan kaos dan berjam tangan kasual, dan group foto terakhir yaitu group pekerja ditampilkan pria-pria dengan mengenakan baju kerja dari sebuah restoran fastfood. Dan seperti bisa diduga, hasilnya sebagian besar (mayoritas) wanita memilih foto-foto yang berasal dari kelompok dokter meskipun tampangnya kalah ganteng dari kelompok pria pekerja.

Sebuah studi lain yang diadakan di tahun 2006 oleh Universitas Chicago. Penelitian ini mengukur jumlah kontak/relasi dari para pria yang secara online terang-terangan mengungkapkan bahwa pendapatan tahunannya $250,000 ternyata mempunyai punya jumlah relasi yang lebih banyak dibanding pria berpendapatan $50,000.

“Money is absolutely an aphrodisiac,” kata seorang peneliti, namun uang hanyalah sebagai faktor pembuka ketertarikan saja, hubungan selanjutnya ? belum tentu bertahan. Ternyata proses seleksi pasangan hidup ini adalah pemberian alam yang telah dibentuk jutaan tahun yang lalu dimana pria yang hebat adalah pria yang mampu menyediakan tempat tinggal dan makanan sehingga keluarganya merasa aman dan nyaman. Hingga kini naluri itu ternyata masih tertinggal tidak secepat perubahan dalam dinamika sosial masyarakat. – *** –

Kata mbah wikipedia :

An aphrodisiac is a substance which is used in the belief that it increases sexual desire.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: