jump to navigation

Proteksi Diri Dengan Asuransi Jiwa Februari 10, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Istilah Keuangan.
trackback

Mengapa Orang Butuh Asuransi

Anda sudah mendengar rumor kalau Jennifer Lopez mengasuransikan “badannya”nya seharga $1 billionpayung ? konon pertanggungan untuk “bokong”nya aja seharga $ 300 million. Asuransi bagi selebritis asing memang suatu kelaziman. Sejak dahulu para selebriti hollywood memang sudah mempunyai tradisi mengasuransikan badan dan talentnya. Dari zamannya Marlene Dietrich yang mengasuransikan suaranya yang bening seharga $1 million, atau artis lainnya seperti si Michael Jackson, Rod Stewart atau Keith Richards, gitaris the Rolling  Stones yang mengasuransikan tangannya. Sedangkan artis lokal memang tidak banyak yang mengasuransikan anggota tubuhnya, namun saya pernah dengar musisi seperti Purwacaraka juga mengasuransikan jemarinya.

Mereka mengasuransikan diri mereka karena mereka sadar akan suatu resiko atau bilamana suatu kejadian yang tidak dikehendaki dapat mengancam kelangsungan karir dan penghasilan mereka. Oleh karenanya mereka rela mengeluarkan sebagian uang sebagai premi asuransi yang diharapkan dapat sebagai meng-cover “ketidakpastian” dimasa yang akan datang. Bagi orang kebanyakan memang tidak lazim mengasuransikan anggota tubuh untuk proteksi resiko.

Sebagai orang awam ada jenis asuransi lainnya yang dapat menanggung resiko potensi kerugian terutama resiko kehilangan penghasilan dimasa yang akan datang yaitu “Asuransi Jiwa”. Seperti namanya asuransi jiwa tentu yang dipertanggungkan adalah jiwa si tertanggung. Bilamana si tertanggung ini meninggal akan terjadi potensi kehilangan penghasilan atau disebut nilai ekonomi seseorang – “economic value of human life”. economic value of human life ini adalah sejumlah penghasilan yang akan diterima seseorang selama masa kerja (Fuad Usman dan M Arief, 2004). Sebagai ilustrasi adalah sebagai berikut, Wawan (40 tahun) adalah seorang pegawai dengan 2 orang anak. Penghasilan bulanan dia adalah Rp 1.000.000. Jika usia pensiun pegawai kantornya adalah 55 tahun, maka kita bisa hitung economic value of human life si Wawan.

economic value of human life Wawan = penghasilan bulanan x 12 x masa kerja

= Rp 1.000.000 x 12 bulan x 15 tahun

= Rp 180.000.000

Jadi dengan menghitung economic value of human life seseorang kita dapat mengukur seberapa besar resiko bilamana si kontributor nafkah keluarga meninggal dunia atau mengalami cacat permanen yang mengakibatkan orang ybs tidak dapat bekerja secara normal. Jadi meskipun kelihatannya gaji bulanan Wawan hanya sebesar 1 juta rupiah saja namun secara keseluruhan hingga usia pensiun total penghasilannya tidak kecil lagi. Itu ilustrasi bagi pagawai yang berpenghasilan cuma satu juta saja perbulan, nah kalau anda penghasilannya lebih banyak dari Wawan, maka potensi economic value of human life anda lebih besar lagi.

Jenis Asuransi Jiwa

Ada beberapa manfaat apabila kita mengikuti program asuransi jiwa, manfaat yang pertama adalah proteksi, yaitu bilamana si tertanggung meninggal akan mendapatkan penggantian ekonomi. Sedangkan manfaatkan yang kedua adalah berfungsi sebagai  tabungan bilamana si tertanggung masih diberikan umur panjang hingga jatuh tempo asuransi maka uang pertanggungannya akan dikembalikan dan mungkin plus hasil investasi. Secara umum asuransi jiwa bisa dibedakan menjadi 3 jenis :

  • Asuransi Jiwa Berjangka

Asuransi jenis ini adalah memberikan pertanggungan selama jangka waktu tertentu, misalnya selama 5 tahun, 10 tahun atau sampai umur tertentu. Bilamana sampai jatuh tempo si tertanggung masih “menghirup udara segar” hingga jatuh tempo waktu pertanggungan, maka premi yang dibayarkan akan hangus. Keuntungan asuransi jenis ini adalah bagi mereka yang butuh pertanggungan proteksi sementara dengan nilai pertanggungan besar dan tarif premi yang relatif murah.

  • Asuransi Jiwa Dwiguna

Asuransi ini seperti namanya memang bermanfaat ganda yaitu sebagai proteksi diri dan adanya tabungan bilamana hingga jatuh tempo si tertanggung hidup maka uang pertanggungan + deviden (jika ada) akan diberikan kepada si tertanggung.

  • Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Pertanggungan asuransi ini bersifat permanen sepanjang hidup si tertanggung, namun penentuan batas usia maksimal si tertanggung berbeda antara satu dan perusahaan asuransi lainnya, ada yang menanggung sampai usia 80 tahun ataupun sampai 100 tahun. Asuransi ini akan memberikan pertanggungan seperti asuransi dwiguna, namun nilai pertumbuhan nilai pertanggungan relatif lambat berkembang. Asuransi jenis ini lebih sesuai untuk mereka yang membutuhkan proteksi dan manfaat tabungan seumur hidup.

Artikel mengenai asuransi jiwa ini memang relatif singkat, namun masih banyak informasi yang dapat anda gali baik dari buku-buku tentang asuransi ataupun browsing internet. Namun perlulah bagi kita untuk sadar agar menyiapkan payung proteksi bilamana sesuatu yang “tidak diharapkan” terjadi pada keluarga kita maka resiko kehilangan potensi ekonomi keluarga dapat diminimalisir. Memang kesadaran untuk ikut program asuransi dimasyarakat kita masih rendah, dan harus banyak dilakukan edukasi. Bagaimana tidak sulit lah wong….menyisihkan sebagian penghasilan untuk membayar premi seringkali sulit, karena sudah habis untuk kebutuhan konsumsi, termasuk penulis…..walah konangan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: