jump to navigation

Mengenal Investasi dalam Emas Februari 24, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Saya masih ingat jaman kecil dahulu, para ibu rumah tangga, ternasuk ibu saya, mempunyai kebiasaan menyimpan emas perhiasan sebagai sarana berinvestasi. Disebut berinvestasi karena memang tujuannya adalah mendapatkan nilai “lebih”, gold-investment-1bilamana harga emas di pasaran beli lebih tinggi dari harga beli. Karena seringnya terjadi transaksi jual beli emas antara pelanggan dan penjual, lama kelamaan terbentuk hubungan yang kuat dan saling mempercayai antara kedua belah pihak. Perdagangan jual beli emas menjadi ramai pada saat menjelang hari raya atau kenaikan kelas/masuk sekolah. Banyak toko emas akan diserbu oleh pelanggan mereka karena pemilik perhiasan emas berniat menjual perhiasannya untuk membiyai kebutuhan “extra”. Hubungan antara penjual emas/toko emas dan konsumen pembeli perhiasan emas sudah terjalin seperti layaknya antara bank dan nasabahnya. Namun sepertinya kebiasaan lama berinvestasi dalam bentuk emas perhiasan mulai ditinggalkan. Karena apa ? dengan semakin majunya jaman, instrumen investasi menjadi lebih banyak sehingga kebiasaan lama para ibu jaman dahulu tersebut perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi penerusnya.

Sekarang, bila seseorang akan berinvestasi emas pada umumnya karena bertujuan sebagai upaya lindung nilai investasi terhadap resiko ekonomi, politik, sosial dan krisis keuangan. Dalam sejarah umat manusia, emas sudah sejak lama digunakan sebagai alat tukar (mata uang). Setelah perang dunia II, emas secara resmi diakui sebagai alat penjamin mata uang dengan adanya perjanjian Bretton Woods (1946). Namun pada tahun 1971 setelah adanya skandal Nixon, Pemerintah Amerika Serikat menanulir kebijakan jaminan mata uang dengan persediaan emasnya.

Pada umumnya investasi dalam bentuk emas dapat dilakukan dengan kepemilikan langsung, atau kepemilikan tidak langsung dengan memiliki sertifikat kepemilikan, memiliki akun, kepemilikan andil, atau transaksi derivative. Investasi emas selain hanya dengan disimpan dalam safe deposit box, emas juga dapat diinvestasikan dalam bentuk penyertaan dimana investasi emasnya equivalent dengan barang investasi lainnya (non fungible) atau dengan cara lain yaitu dengan dikumpulkan dan disimpan oleh bank atau dealer (fungible/pooled). Sedangkan wujud investasi emas dapat dalam bentuk batangan, coins, sertifikat kepemilikan, dlsb.

Dewasa ini seperti halnya investasi dalam bentuk lain, harga emas juga dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Harga seringkali dibentuk karena alasan sentimen ketimbang jumlah produksi tahunan. Menurut data dari World Gold Council, produksi emas tahunan dunia adalah sebanyak 2.500 ton, dimana dari jumlah tersebut 2.000 ton kemudian diolah diwujudkan dalam bentuk perhiasan termasuk aksesori gigi, sedangkan sisanya diperdagangkan dalam bursa emas. Seperti halnya dunia investasi, investasi emas juga mengenal fluktuasi harga. Dimana perubahan harga di bursa emas karena disebabkan beberapa faktor yaitu resiko perbankan, fluktuasi suku bunga, peperangan, krisis, kerusuhan termasuk penjarahan.

Prospek kedepan harga emas masih menjanjikan, karena kalau kita lihat sejarah pergerakan harga emas mempunyai kecenderungan yang terus meningkat. Kalau kita lihat catatan pergerakan harga emas, harga emas ditahun 1970 an mencapai 37.4 USD/ons, tahun 1990 menjadi 353.4 USD/ons dan tahun 2008 meroket menjadi 865.0 USD/ons. Sehingga kalau melihat trend harga emas tersebut pantaslah emas masih menjadi alternatif investasi meskipun wujudnya tidak melulu dalam bentuk perhiasan lagi.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: