jump to navigation

Instrumen Investasi Baru : Sukuk Negara Ritel (Bag. 2) Februari 27, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Dalam membiayai pelaksanaan pembangunan nasional, perlu kita bahas sekilas tentang sumber pembiayaan APBN dimana pembiayaan pembangunan berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Yang mana sumber pembiayaan dalam negeri adalah berasal dari a. non-perbankan yaitu dengan privatisasi, penjualan aset PT Perusahaan Pengelola Aset, dan penerbitan surat berharga negara dan b. pembiayaan perbankan. Sedangkan pembiayaan luar negeri adalah antara lain dengan penarikan pinjaman baik pinjaman program dan pinjaman proyek. Nah kembali ke pokok bahasan, penerbitan sukuk negara ritel adalah wujud konkrit dari penerbitan salah satu surat berharga negara.

Seperti namanya dengan tambahan “Ritel” karena memang penerbitan Sukuk ini memang ditujukan untuk investor kecil dengan denominasi yang “relatif terjangkau” yaitu dengan investasi Rp. 5 juta dan kelipatannya. Dengan adanya Sukuk Negara Ritel ini untuk melengkapi instrumen investasi masyarakat umum yang mana instrumen ini bertujuan untuk penggalangan dana masyarakat sebagai salah satu sumber pembiayaan negara.

Apa bedanya antara Sukuk Negara Ritel dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara biasa) ? Sebenarnya secara prinsip keduanya tidaklah berbeda hanyalah target segment investornya saja yang berbeda. Kalau SBSN/Sukuk Negara ditujukan untuk investor institusi dengan nilai minimal investasi Rp. 1 miliar, sedangkan setiap unit penyertaan ritel adalah Rp 1 juta dengan minimal pembelian 5 unit dan kelipatannya (misal : 5 unit penyertaan @ Rp 1.000.000 = Rp 5 juta dan kelipatannya). Dengan adanya peluncuran/penerbitan “Sukuk Negara Ritel” ini maka investor kecil dapat mendiversifikasi portofolio investasinya mengingat beberapa “lahan” investasi konvensial belum memberikan sinyal yang positif karena imbas krisis keuangan global. Imbal hasil dari Sukuk Negara Ritel ini juga relatif tinggi dengan dibandingkan imbal hasil dari tabungan ataupun deposito. Sebagai peluncuran perdana pemerintah menerbitkan Sukuk Ritel seri SR001 dengan kupon 12 % pertahun dan jangka waktu jatuh tempo 3 tahun.

Bagaimana menghitung imbal hasil Sukuk Negara Ritel

Seperti halnya instrumen investasi lainnya, maka harga pasar yang terjadi dipasar sekunder untuk Sukuk Negara Ritel ini mengikuti hukum pasar, bilamana ada ketidakseimbangan permintaan dan penawaran maka harga pasar Sukuk Negara Ritel ini juga akan terkoreksi juga bisa naik ataupun turun. Berikut ini adalah ilustrasi sederhana bagaimana menghitung investasi Sukuk Negara Ritel :

a. Perhitungan harga par

Investor A membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana sebesar Rp 10.000.000 dengan nilai indikatif imbalan 12 % dan tidak dijual kembali sampai jatuh tempo.

* Imbalan        = 12 % X Rp 10.000.000 X 1/12

= Rp 100.000 /bulan sampai jatuh tempo

* Nilai nominal pada saat jatuh tempo = Rp 10.000.000

* Total nilai yang diperoleh pada saat jatuh tempo

= imbalan + nilai nominal

= Rp 10.100.000

b. Harga Premium

Investor B membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana sebesar Rp 10.000.000 dengan nilai indikatif imbalan 12 % dan dijual kembali dipasar sekunder dengan harga Rp. 10.500.000 (105 %), maka hasil yang diperoleh adalah :

* Imbalan        = 12 % X Rp. 10.000.000 X 1/12

= Rp 100.000 / bulan hingga saat dijual

* Capital Gain   = Rp. 10.000.000 X (105 – 100) %

= Rp 500.000

* Total perolehan pada saat dijual

= imbal hasil + nilai nominal pada saat dijual

= Rp 10.000.000 + Rp Rp 100.000 + Rp 500.000

= Rp 10.600.000

c. Harga Diskon

Investor C membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana sebesar Rp 10.000.000 dengan nilai indikatif imbalan 12 % dan dijual kembali dipasar sekunder dengan harga Rp. 9.500.000 (95 %), maka hasil yang diperoleh adalah :

* Imbalan        = 12 % X Rp. 10.000.000 X 1/12

= Rp 100.000 / bulan hingga saat dijual

* Capital Gain   = Rp. 10.000.000 X (95 – 100) %

= – Rp 500.000

* Total perolehan pada saat dijual

= imbal hasil + nilai nominal pada saat dijual

= Rp 10.000.000 + Rp Rp 100.000 – Rp 500.000

= Rp 9.600.000

Catatan : perhitungan diatas belum termasuk biaya transaksi dan pajak.

Cara Pembelian

Dalam penawaran Sukuk Ritel Negara seri SR001 kemarin, pemerintah menggandeng dengan beberapa agen/lembaga sebagai agen penjualan yaitu Bank Mandiri, Danareksa Sekuritas, Bank Syariah Mandiri, BNI Securiteis, CIMB-GK Securities Indonesia, Citibank N A, HSBC, Rellanca Sekuritas, Trimegah Securities, Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Anugerah Securindo Indah, Bahana Securities, dan Bank Internasional Indonesia. Namun secara ringkas proses pembelian Sukuk Ritel Negara di pasar perdana adalah sebagai berikut :

a. Mendatangi kantor pusat/cabang agen penjual yang telah ditunjuk oleh pemerintah;

b. Membuka rekening dana pada salah satu bank umum (jika diperlukan) dan rekening surat berharga;

c. Mengisi formulir pemesanan;

d. Menyampaikan formulir pemesanan, fotokopi identitas dir (KTP/SIM) dan bukti setor (jika dibutuhkan) kepada agen penjualan dan menerima bukti penyerahan dokumen.

Nah sekarang masyarakat Indonesia mengenal satu lagi instrumen investasi yang aman dan menguntungkan dengan imbal hasil yang kompetitif. Dibilang aman karena dijamin negara, dibilang menguntungkan karena imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan dan deposito, dan yang yang terpenting adalah halal karena tidak mengandung riba karena sudah mendapatkan syariah compliance endorsement dari Dewan Syariah Nasional – MUI. Nah siapkan dana anda untuk penawaran seri Sukuk Negara Ritel berikutnya.

Komentar»

1. BERNARDO ALI - Februari 2, 2010

Apakah bila kita telah membeli sukuk ritel 2 di salah satu agen penjual, kita bisa minta memindahkan surat berharga tersebut ke tempat lain, adakah acuan harga sekunder di pasar, dan bila kita menjual SR002 ini sebelum jatuh tempo , berapa hari kerja kita bisa mendapatkan hasil jualnya. Terima kasih.

Jwb :
Sukuk didesain sebagai produk investasi yang berbasis syariah, untuk mekanisme proses jual beli saya rasa tidak jauh berbeda dengan saham. Anda bisa berkonsultasi lebih jauh kepada agen penjual atau ke DMO. Salam Sukses

2. Ella - Februari 16, 2010

Saya selaku bagian dari Tim pengembangan pasar SBSN di Depkeu, mengucapkan terima kasih telah meneruskan informasi mengenai SBSN.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: