jump to navigation

Hati2 dengan Pengelola Investasi berskema Ponzi Maret 14, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

NEW YORK, Kompas.com-Bernard Madoff yang berusia 70 tahun, pelaku penipuan atas dana-dana investasi sebesar 150 miliar dollar AS, menghadapi hukuman penjara hingga 150 tahun. Ini adalah penipuan terbesar charles-ponzi1sepanjang sejarah dunia. Madoff dituduh melakukan penipuan dengan skema Ponzi yang melibatkan uang milik sejumlah perusahaan dana pensiun, yayasan sosial, aktris/ aktor, dana-dana sekolah, dan lainnya. Itu cuplikan berita yang cukup menghebohkan dikalangan dunia investasi Amerika Serikat (AS). Bernard Madoff adalah seorang mantan eksekutif di Bursa saham NASDAQ yang pada Desember lalu ditangkap otoritas keamanan AS dengan tuduhan penipuan dengan jumlah dana yang fantastis $ 150 miliar (kira2 1.500 triliun Rupiah dengan kurs Rp 10.000/dollar saja). Terakhir telah jatuh korban jiwa seorang investor berkebangsaan Perancis, René-Thierry Magon de la Villehuchet dari Access International Advisors, melakukan bunuh diri dengan minum obat penenang akhir Desember tahun lalu. René-Thierry ini tidak mampu menahan malu karena telah mengajak saudara dan rekan bisnisnya untuk menanam investasi dengannya diperusahaan Bernard L Madoff Investment Securities LLC.kepunyaan Bernard L Madoff.

Mungkin anda sekalian sudah sering mendengar atau membaca istilah skema Ponzi, namun tergelitik juga saya mendengar system ini karena dari dahulu, sejak awal diperkenalkan ke khalayak umum ditahun 1920an hingga sekarang masih ada saja yang menjadi korban. Di Indonesia banyak perusahaan investasi boongan dengan menggunakan skema Ponzi ini dalam melakukan penipuan, diantaranya adalah kasus QSAR, Probest International dan PT Mitra Wirausaha Indonesia (MWI). Namun kasus-kasus penipuan yang dilakukan oleh perusahaan pengelolaan investasi bodong ini tidak kunjung berhenti. Dari tahun ke tahun selalu ada saja yang menjadi korban, masyarakat seharusnya belajar dari pengalaman kasus sebelumnya. Namun memang itulah kepandaian perusahaan penipu ini bisa memperdaya akal sehat para calon korbannya dengan memberikan janji/iming2 bunga yang tinggi.

Sedikit bercerita tentang riwayat Ponzi karena rasanya tidak lengkap kalau menyebut skema Ponzi tanpa bercerita tentang orangnya. Jadi sistem/skema investasi ini berasal dari seseorang dengan nama lengkapnya adalah Charles Ponzi. Dia seorang imigran Italia yang datang ke AS pada tahun 1903, pada saat pertama kali turun dari kapal S.S. Vancouver uangnya hanya tersisa $2.50 disaku, namun dia mempunyai impian $ sejuta.  Pada saat setelah PD I, adanya perbedaan inflasi antar negara sehingga mengakibatkan adanya perbedaan biaya pos antara AS dan negara2 Eropa (termasuk Italia, red). International postal reply coupons (IRC) – semacam kupon yang dapat dipergunakan seseorang sebagai pengganti perangko untuk mengirim surat jawaban kenegara lain. IRC ini dapat dibeli pada harga di negara dimana IRC ini dibeli. Karena adanya perbedaan inflasi maka harga IRC diantara beberapa negara adalah berbeda (dicontohkan disini harga IRC di Italia lebih murah dibandingkan di AS). Sehingga IRC dari Italia diborong ke AS dan dijual dengan harga yang lebih tinggi. Menurut Ponzi usaha ini dapat mendatangkan keuntungan bersihnya sebesar 400 % (setelah dipotong biaya dan kurs tukar). Dengan peluang bisnis yang bagus ini kemudian Ponzi mengajak relasinya untuk bergabung dengan janji diberikan keuntungan 50 % untuk investasi hanya dalam jangka waktu 45 hari. Karena sangat menguntungkan kemudian banyak orang tertarik menjadi investornya, dan di akhir cerita ada 40.000 orang kemudian menjadi korbannya dengan hanya sepertiga uang investor dikembalikan. Ia memang sebuah legenda karena dengan sistemnya menjadikan dia seorang milioner Boston dalam jangka waktu hanya 6 bulan dengan memperkenalkan sebuah skema investasi pada tahun 1920.

Pada dasarnya skema Ponzi ini adalah sebuah kegiatan penipuan investasi dimana uang pembayaran imbalan hasil investasi dibayar dari bagian uang investor sendiri ataupun dibayar oleh calon investor korban berikutnya – bukan berasal dari hasil keuntungan investasi. Skema Ponzi biasanya ditawarkan dengan imbal hasil yang sangat memabukkan karena imbal hasil yang tinggi diatas normal. Sehingga tidak heran banyak orang yang lemah akal dan iman menjadi tergoda untuk bergabung kedalamnya.

Seringkali diawal beroperasinya perusahaan investasi ini, mereka benar-benar memberikan imbal hasil yang tinggi kepada investornya. Karena mendapatkan return yang tinggi ini, sang investor menjadi percaya dan kemudian menanam dana investasinya lebih banyak lagi Untuk menekan uang yang ditarik karena jatuh tempo, promotor investasi akan membujuk investornya agar tidak menarik dananya dengan janji diberikan imbalan yang lebih tinggi bilamana bersedia menempatkan dananya lebih lama. Hal yang lebih tragis lagi seringkali investor yang beruntung ini akan mengajak relasi dan keluarganya untuk menanam duit di perusahaan penipu tersebut. Sehingga seringkali pada saat perusahaan investasi ini mulai tercium kebohongannya, jumlah nasabah yang menjadi korban dan jumlah nominal kerugian sudah sangat banyak.

Dari beberapa peristiwa penipuan yang pernah terjadi, ada beberapa hal yang perlu disimak dari kejadian-kejadian sebelumnya pada saat perusahaan investasi (scam) ini runtuh :

* Pengelola investasi kabur dengan dana deposit investor dalam jumlah besar

* Kebanyakan yang menjadi korban adalah investor kecil dengan pemahaman investasi dan peraturan hukum yang minim. Pada umumnya para korban adalah para kerabat dan relasi terdekat (spiral marketing).

* Karena peserta investasi ini sudah sedemikian banyak sedangkan laju pertambahan peserta baru yang melamban mengakibatkan promotor kesulitan membayar return dana investasi sehingga sistem menjadi collapse.

* Karena jumlah korban dan dana yang hilang begitu besar baru menjadi perhatian publik dan aparat terkait bergerak.

Kejadian terakhir yang terjadi di AS membuat agak terkejut banyak pihak, karena dengan sistem pengawasan yang lebih bagus masih saja, otoritas setempat masih kecolongan dan lebih hebatnya lagi ada beberapa institusi termasuk perbankan lintas negara yang turut menjadi korban. Dari kejadian terdahulu ada beberapa intisari pengalaman yang dapat sebagai bahan pembelajaran kita agar tidak tertipu dengan perusahaan serupa dimasa yang akan datang. Ujilah setiap tawaran investasi ini dengan pertanyaan :

· * “There is no extreme gain”, bilamana ada keuntungan diatas rata2 maka pelaku pasar lainnya akan beramai-ramai melakukan usaha yang sama sehingga keuntungan menjadi normal kembali. Jadi teliti sebelum membeli, bandingkan keuntungan dari perusahaan skema ponzi ini dengan return pada umumnya. Jadi berapa keuntungan normal dan berapa penawaran return dari perusahaan pengelola investasi ini. Jika selisih returnnya terlalu tinggi, waspadalah !

· * Kalau menguntungkan kenapa pengelola investasi tidak mengajukan proposal pendanaannya kepada perbankan, kenapa penawarannya kepada investor umum toh perbankan tentu mempunyai dana yang lebih besar daripada investor kebanyakan.

· * kalau ada keuntungan kenapa mau membagi dengan investor lain. Kenapa keuntungan ini tidak dinikmati sendiri karena basic intinct manusia adalah ”rakus” dan ”tamak”, sehingga anda perlu curiga.

*****

Komentar»

1. syukriy - April 7, 2009

Memang sistem ekonomi kapitalisme seperti ini sangat rentan dengan peyimpangan. Moonitoring costsnya sangat besar karena setiap pihak menganut konsep self-interest (mementingkan diri sendiri).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: