jump to navigation

Tips Pengelolaan Keuangan Bagi Pasutri Baru Maret 29, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Memasuki mahligai perkawinan memang sebuah kebahagian dalam memasuki sebuah fase kehidupan baru. Antara pasangan suami istri (pasutri) itu diharapkan dapat melakukan sinergi baik secara mental, psikologis maupun ekonomis. loro-blonyo-rNamun bagaimanapun juga pasangan baru ini sebenarnya memasuki proses pemahaman atau penyesuaian diantara keduanya. Seringkali pasangan tersebut mempunyai perilaku yang berbeda dalam hal pengaturan keuangan, misalnya sang suami terbiasa hidup boros sedangkan sang istri adalah termasuk orang yang sangat berhitung dan hemat dalam membelanjakan uangnya. Namun yang terpenting adalah bahwa pasutri ini harus sadar bahwa dalam mengatur keluarga mereka berdua haruslah adanya ”fiancial goal” bagi keluarga baru mereka. Tujuan keuangan ini adalah sebagai pemandu dalam mengelola keuangan keluarga. Ada beberapa tips bagi pasutri baru dalam mengelola keuangan keluarga agar sukses mencapai financial goal tersebut :

* Lakukan fit & proper tes dari masing2 orang pasutri tersebut

Sebelum sampai kedalam pengesahan yuridis formal sebagai pasutri, masing2 anggota pasutri haruslah mengetahui perilaku pengelolaan keuangan dari masing2 orang. Jatuh cinta seharusnya tidak saja karena kesesuaian hati antara keduanya namun perlu juga adanya pemahaman tentang situasi keuangan masing2 orang yang antara lain apakah masing2 anggota pasangan ini adalah orang hemat/pemboros, individual/komunal, sejarah perilaku pengelolaan uang orang tua mereka, jumlah penghasilan, hutang, proporsi pembagian tanggung jawab keuangan dalam keluarga, aset pribadi dsb.

* Mulai bangun sistem anggaran keluarga

Mulai bangun sistem pengelolaan anggaran keluarga dimulai dengan berdiskusi dan mencari masukan antara keduanya. Diskusi antara pasutri ini bisa membicarakan pos belanja utama keluarga, investasi, dan permasalahan lainnya. Lakukan cek dan recek sistem pengelolaan anggaran bersama2 agar masing2 pihak memahami situasi dan permasalahan yang ada. Bila kedua2nya bekerja maka perlu dibicarakan pembagian beban pembiayaan diantara mereka berdua.

* Beri perhatian kepada hutang.

Pada umumnya terlalu banyak hutang akan mengakibatkan financial distress. Oleh karena itu mulai cicil angsuran hutang, bayarlah terlebih dahulu cicilan hutang dengan tingkat bunga paling mahal dan jatuh temponya pendek. Waspadai hutang-hutang kartu kredit karena pada umumnya berbunga mahal. Setelah selesai membayar kartu kredit, mulai sisihkan anggaran untuk membayar cicilan hipotik anda – termasuk angsuran rumah, kendaraan – dan biaya pendidikan anak, tabungan dan yang paling penting adalah menyisihkan untuk investasi.

* Tentukan konsesus mengenai financial goal.

Susun daftar tujuan-tujuan ideal keluarga, misalnya kepemilikan rumah, kendaraan dsb. Dari daftar keinginan tersebut kemudian dicari sumber pembiayaannya, apakah untuk mendapatkan aset tersebut melalui pinjaman atau apabila nilai aset tersebut tidak terlampau besar mungkin dapat ditutup dengan pembiayaan sendiri.

* Coba terapkan dan patuhi anggaran keluarga agar segalanya berjalan sebagaimana mestinya.

* Bilamana memungkinkan beri spare dana untuk memuaskan kebutuhan pribadi masing2. Siapkan anggaran yang mungkin tidak terlampau besar. Sedikit kebebasan anggaran ini akan menimbulkan adanya kemerdekaan dan membuat senang masing2 pasutri.

* Lakukan evaluasi sistem anggaran keluarga tersebut karena sepanjang hidup seringkali memang ada perubahan prioritas yang ingin dicapai oleh keluarga. Bisa saja adanya perubahan baik dari sisi kualitas ataupun kuantitas, misalnya tujuan awalnya adalah memiliki rumah sederhana dengan 2 kamar namun dengan bertambahnya anggota keluarga maka dibutuhkan tambahan ruangan lagi.

Menjadi pasangan suami istri haruslah menjadi sebuah tim solid dalam mengelola manajemen keluarga termasuk masalah keuangannya. Perpaduan kerjasama antara adam dan hawa dalam biduk rumah tangga adalah sebuah sinergi kreativitas dan potensi ekonomi yang seyogyanya ditujukan untuk membentuk keluarga yang berkualitas sehingga dapat melahirkan generasi yang berkualitas pula.

Disarikan dari : Andrew Housser, 7 Money Management Tips for Newlyweds

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: