jump to navigation

Hemat itu Nikmat April 26, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
1 comment so far

Mudah untuk dikatakan namun sulit untuk dilaksanakan, itulah yang namanya HEMAT. Siapa bilang gampang hidup berhemat itu gampang. Ditengah kepungan dunia materialistik sangat sulit bagi kita untuk lepas dari godaan itu semua. Meskipun penghasilan naik, namun tidak menjamin kalau kita masih bisa menyisakan uang untuk ditabung. Wajar saja manusia era sekarang sulit untuk berhemat, ada beberapa alasan kenapa ide tersebut sulit untuk dilaksanakan:

  • Godaan hedonisme

Dunia memang semakin modern dengan menawarkan segala kemudahan dan kemewahan. Siapa yang melihatnya bakalan akan tergoda. (lebih…)

Caleg Gagal dan Depresi Keuangan April 19, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
1 comment so far

Setelah pesta pora demokrasi pemilu legislatif berlalu, segera menyisakan kisah-kisah pilu dari para caleg yang gagal memperoleh kursi di lembaga perwakilan. Ada-ada saja kelakuan mereka setelah gagal terpilih. Ada yang kemudian meminta kembali “sumbangan” mereka yang telah diberikan kepada masyarakat. Ada yang berusaha membongkar jalan beton, ataupun mencabut kembali tiang listrik hasil sumbangan tersebut. Kebanyakan dari mereka yang membuat ulah ini bukanlah caleg kawakan. Mereka adalah para new comer atau new faces dimana masyarakat masih asing mengenal nama ataupun wajah mereka. Jadi wajar saja kalau iklan kampanye mereka seringkali melakukan co-branding dengan “melampirkan” wajah/sosok sesepuh/mbaurekso partai afiliasinya. Lantas bagaimana konsep visi misi pengabdian mereka ? wah tambah gelap lagi. (lebih…)

Semoga Harga BBM Tidak Naik Setelah Pilpres April 14, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
add a comment

Anda ikut “nyontreng” pemilu untuk calon legislatif kemarin ? Semoga saja hasil pemilu ini dapat membuahkan hasil yang dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan konflik. Kalau para politisi yang tidak puas dengan hasil pemilu biar antar mereka saja yang berantem bukan “rakyat” ( yang katanya selalu menjadi tujuan perjuangan politik kilangeka) menjadi sengsara. Dan kita masih menunggu satu tahapan lagi yaitu pemilu untuk pemilihan calon presiden. Bukannya mau ikutan kampanye pemilu capres dengan mengangkat isu BBM sebagai tema kampanye mereka. Orang awam bisa kalang kabut seolah-olah hidupnya menjadi susah, atau dari kalangan pebisnis akan melihat suram prospek usaha mereka bila harga BBM (bersubsidi) melonjak naik. Memang konsumsi BBM sangat menyentuh hajat hidup orang banyak. Jadi persepsi bahwa harga BBM ini akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Pengeluaran masyarakat bisa membengkak ataupun mengecil bila harga eceran BBM ini naik ataupun turun. Bisa jadi sebuah pemerintahan menjadi populer ataupun tidak populer dikarenakan harga BBM. Karenanya wajar pula isu harga BBM sering digunakan kandidat capres untuk mempengaruhi massa agar terlihat populis (lebih…)

Hasil Pertemuan G-20 dan Reformasi Finansial Global April 6, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
add a comment

Pertemuan Group-20 telah berakhir tanggal 2 April 2009 kemarin. Komunike hasil pertemuan the London Summit ini ada beberapa prioritas kunci yang menjadi perhatian bersama yaitu pencegahan proteksionisme, reformasi sektor keuangan, pemberantasan tax haven, memperbesar peran negara berkembang serta stimulus baru. Dalam upaya penanganan krisis global agar tidak menjadi sebuah resesi dunia. Hasilnya adalah komunike bersama dari the London Summit bahwa para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-20 sepakat untuk mengucurkan dana stimulus. Komitmen dana yang berhasil dihimpun sebesar $1.1 triliun untuk menggerakan kembali angka pertumbuhan ekonomi, mendorong permintaan sektor tenaga kerja serta membangun sistem dan memperkuat kepercayaan sektor keuangan global. Pertemuan G-20 ini mencapai kesepakatan untuk menginjeksi dana segar ke sistem ekonomi negara masing-masing mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diharapkan. Sedangkan kebijakan stimulan lain dalam bentuk kebijakan fiskal melebihi komitmen suntikan dana ke sektor keuangan, dimana komitmen untuk kebijakan fiskal ini mencapai $ 5 triliun untuk alokasi penganggaran hingga akhir tahun depan. (lebih…)