jump to navigation

Hemat itu Nikmat April 26, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Mudah untuk dikatakan namun sulit untuk dilaksanakan, itulah yang namanya HEMAT. Siapa bilang gampang hidup berhemat itu gampang. Ditengah kepungan dunia materialistik sangat sulit bagi kita untuk lepas dari godaan itu semua. Meskipun penghasilan naik, namun tidak menjamin kalau kita masih bisa menyisakan uang untuk ditabung. Wajar saja manusia era sekarang sulit untuk berhemat, ada beberapa alasan kenapa ide tersebut sulit untuk dilaksanakan:

  • Godaan hedonisme

Dunia memang semakin modern dengan menawarkan segala kemudahan dan kemewahan. Siapa yang melihatnya bakalan akan tergoda. Bagi yang tidak tergoda mungkin memang tergolong manusia yang sudah kebal perasaannya kali. Orang normal memang sulit untuk menampik tawaran produk-produk modern yang memang didesain fungsinya untuk mempermudah hidup manusia. Jadi jangan heran uang disaku seringkali bobol untuk membeli barang yang sebenarnya tidak masuk prioritas kebutuhan.

  • Naiknya harga barang kebutuhan

Katanya harga BBM memang turun, namun kenyataannya apakah harga barang konsumsi secara makro juga ikut turun ? mungkin iya, mungkin juga tidak. Toh harga sekali naik akan sulit turun, kalaupun ada penurunan memang tidak signifikan. Kalaupun kita mencari barang produk pabrik memang adakalanya turun (tapi dikiiit), namun kalau kita beli barang selain itu apa iya ikut turun, coba kita naik ojek, bajaj, atau beli sayur dipasar apakah mereka para penjual ini mau menjual barang/jasanya dengan harga ”revisi” setelah ada penurunan BBM, tidak toh. Padahal dengan para UKM ini kita bersentuhan banyak, jadi tentu saja budget kita tetap harus tebal.

  • Mudahnya memperoleh kredit

Inilah enaknya jaman modern, kalau dahulu untuk mendapatkan barang tentu harus menabung dahulu baru beli barang yang kita inginkan. Nah sekarang baru mau liat-liat barang di mall aja sudah berdatangan tawaran kredit, gimana kita tidak tergiur untuk beli. Bagi orang-orang lemah iman memang biasanya gampang tergoda bujuk rayu para salesman. Kalau sudah termakan banyak bujukan tentu membuat jebol pertahanan dompet kita. Lantas apa kejadian selanjutnya, ”Besar pasak daripada isi dompet lah”.

  • Hemat itu memang tidak enak

”Berhemat memang tidak enak” kata Jason Zweig dalam bukunya Your Money and Your Brain. Kalau mau hidup enak dan nyaman haruslah berhemat. Tapi kapan kita akan menikmatinya, kelak. Jadi daripada nunggu kenikmatan itu kelak, kenapa tidak sekarang saja menikmati kenikmatan dan kenyamanan itu, karena manusia itu mempunyai keinginan yang lebih kuat untuk mendapatkan keinginannya atau kenikmatan sekarang daripada yang tertunda. Itu memang godaan terbesar dari niat kita untuk meraih kehidupan DAMAI yang jauh dari segala tagihan utang dan debt kolektor.

Memang kondisinya seperti itulah godaan kalau ingin menjadi manusia hemat, sangat sulit untuk menghindari semua tawaran itu. Namun tidak ada salahnya kita harus mencoba untuk menjadi manusia yang hemat. Hemat bukan dalam artian tidak menikmati kenikmatan jaman modern, namun apa yang kita beli itu haruslah barang yang memang kita butuhkan, jadi bukan dalam artian hanya untuk memanjakan selera saja. Berikut ada beberapa saran yang mungkin bisa kita lakukan untuk sedikit mengerem kebiasaan boros kita :

  • Jauhilah pusat perbelanjaan

Jujur saja kalau kita mau melakukan self-evaluation, kemana uang kita paling banyak dibelanjakan ? tentu banyak yang menjawab adalah di pusat perbelanjaan. Jadi langkah preventif yang harus kita lakukan agar bisa terhindar dari hal yang bersifat pemborosan adalah menjauhi pusat perbelanjaan. Mall atau sejenisnya memang sarana sosialita manusia modern, jadi seolah-olah jauh dari ”kebudayaan” kalau tidak menjamah daerah tersebut.. Pergi kesana perlu tapi sesuai jadwal rutin saja, misalnya memang untuk belanja mingguan/bulanan, selain jadwal itu agak direm saja keinginan tersebut.

  • Beli produk di katalog

Harga yang ada dikatalog produk dipusat perbelanjaan memang dirancang untuk memberikan kesan bahwa harga yang dijual disupermarket tersebut adalah harga yang termurah dibandingkan dari supermarket lainnya. Jadi kalau kebutuhan produk yang anda inginkan tercantum dikatalog tersebut adalah sebuah keberuntungan bagi anda karena kecil resikonya kita membayar harga kemahalan.

  • Buatlah catatan kebutuhan belanja

Kalau kita mau melakukan observasi dipusat perbelanjaan, kebanyakan orang membeli barang adalah bukan untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, namun banyak barang yang dibeli memang untuk memanjakan selera saja. Bisa jadi 50 – 70 % barang yang dibeli adalah bukan barang yang memang dibutuhkan. Jadi sangat berguna sebelum pergi berkunjung ke pusat perbelanjaan, buatlah terlebih dahulu catatan kebutuhan barang belanjaan dan belajar disiplin menaati daftar belanjaan tersebut.

  • Gunakan alat transportasi yang murah dan hemat BBM

Bila anda seorang pegawai, maka biaya transportasi adalah salah satu pengeluaran yang lumayan besar. Untuk melakukan penghematan seringkali orang mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum. Namun bila rute antara rumah dan kantor anda melalui beberapa rute tentu konsekuensinya adalah berganti-ganti kendaraan umum, akibatnya adalah biaya transportasi membengkak juga.. Gunakan kendaraan yang murah dan hemat BBM, motor misalnya, selain hemat BBM juga relatif lebih cepat sampai tujuan, meskipun anda harus mempertimbangkan resiko yang lebih besar bagi pengendaranya.

  • Gunakan peralatan listrik seperlunya

Mungkin anda perlu tahu bahwa lampu bohlam sudah mulai dilarang dibanyak negara, contohnya di Australia, karena tidak hemat energi. Dengan kemajuan teknologi sekarang banyak ditawarkan produk yang lebih hemat energi. Oleh karena itu gunakan peralatan listrik yang hemat energi dan ramah lingkungan, tidak ada salahnya kita mencoba produk unggulan tersebut meskipun agak mahal namun operational costnya adalah minimal sekaligus bersahabat dengan alam karena biasanya waktu pemakaiannya relatif lebih lama sehingga mengurangi sampah. Masih menjadi kebiasaan masyarakat kita yang masih belum sepenuhnya menyadari pentingnya untuk berhemat energi misalnya mematikan peralatan listrik bila tidak diperlukan, contohnya menyalakan televisi meskipun tidak ada yang menonton atau lampu masih banyak menyala meskipun si empu rumah sudah beranjak ke peraduan. Mencabut kabel peralatan dari colokan listrik adalah tindakan yang bijaksana, selain hemat energi juga menghindari keluarga kita dari paparan gelombang elektromagnetik yang berlebihan.

— o O o —

Komentar»

1. niko - Mei 9, 2009

hemat itu mujhidun muzhid


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: