jump to navigation

Mata Uang Tunggal Dunia, Why Not ? Mei 3, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

Ditengah ketidakpastian kurs tukar mata uang dunia, kalau kita amati kurs tukar adakalanya naik ataupun turun. Kondisi yang tidak stabil ini tentu membuat pusing para pelaku bisnis. Nah bagaimana kalau solusinya semua negara menggunakan satu mata uang saja untuk pembayaran semua transaksi luar negerinya. Ide ini kelihatan mudah sekali bukan. Namun seperti ide yang kelihatan mudah ini tentu tidak semudah bayangan orang dalam penerapannya. Selain itu juga akan membawa dampak/konsekuensi yang sering tidak kita harapkan.

Seperti halnya pada saat pertemuan akbar G-20 di London barusan,. Pemerintah China memang lagi getol menyuarakan perlunya membentuk satu mata uang tunggal dunia (unified currency). Ide satu mata uang dunia ini sebenarnya sudah banyak disuarakan baik oleh akademisi ataupun politisi dalam sejarah ekonomi modern saat ini. Namun ide ini tidaklah terlalu mendapat dukungan luas. Yang jelas respon positif hingga tindak lanjut penerapannya masih jauh ”panggang dari api”. Dunia sebenarnya dapat berkaca dengan melihat contoh penerapan mata uang tunggal Eropa – €uro. Dengan berlakunya Euro untuk menyatukan mata uang Eropa sebenarnya banyak pelajaran yang dapat dipetik. Nah kenapa dunia tidak mencontoh mata uang tunggal Eropa ini ?

Proposal pemerintah China ini untuk “mengkreasikan” satu mata uang global adalah salah satu bagian dari usaha Beijing untuk menempatkan dan memperkuat peranan China sebagai satu kekuatan ekonomi global. Dan China mempunyai alasan kuat untuk menggantikan mata uang dollar sebagai mata uang internasional yang digunakan hampir sebagian besar negara untuk pembayaran transaksi internasional..

Sebagai pemegang deposit $ 2 triliun dalam denominasi US Dollar, pemerintah China sangat memperhatikan kestabilan dan kekuatan mata uang dollar dalam jangka panjang. Pernah dalam sejarahnya pemerintah China berusaha mengurangi hutangnya dalam jumlah besar dengan cara membiarkan tingkat inflasi menjadi tinggi, sehingga akan menurunkan nilai riil dari hutang tersebut. Namun dampak buruknya adalah selain penuruna nilai hutang juga penurunan nilai tabungan pemerintah China juga. Demi menjaga stabilitas nilai simpanannya tidak mengherankan bahwa China akan melihat entitas lain sebagai alternatif penerapan idenya. Menggandeng International Monetary Fund (IMF) nampaknya sebuah pilihan paling baik bagi unuk mendukung ide pemerintah China tersebut. Special Drawing Right (SDR) nya IMF nampaknya salah satu nominator mata uang tunggal dunia usulan China.

Peran Dollar Amerika sebagai mata uang dunia memberikan peran Amerika Serikat sebagai pihak yang paling berpengaruh dalam ekonomi global. Itu berarti negara lain akan menjadi subyek kebijakan fiskal dan moneter dari pemerintah Amerika Serikat, dimana pemerintah AS dapat melakukan kontrol baik langsung ataupun tidak langsung kepada suatu negara melalui kebijakan fiskal dan moneternya.

Mata uang sebuah negara sebenarnya menjalankan fungsi ganda, salah satu peranannya adalah sebagai alat untuk memperkuat dan mempertinggi nilai produktivitas serta menjamin stabilitas sistem politik negara. Sebelum krisis ekonomis yang menimpa ekonomi AS dewasa ini, sebenarnya investor disegenap penjuru dunia sangat menaruh harapan bahwa dollar adalah tempat yang aman dan nyaman untuk menempatkan kekayaan mereka. Hal ini menjelaskan mengapa untuk sementara waktu tingkat bunga hutang dalam denominasi dollar sangat rendah karena tingginya demand untuk penempatan aset dalam bentuk dollar.

Mata uang suatu negara seringkali juga dinilai berdasarkan arus lalu lintas transaski perdagangannya. Bila Yen Jepang relatif lemah dibandingkan dengan dollar berarti dengan jumlah dollar yang sama dapat untuk membeli sebuah barang dengan standar kualifikasi yang leih tinggi, mobil mewah produksi Jepang misalnya. Itu berarti bahwa negara dengan tingkat produktivitas lebih tinggi akan melihat manfaat atas penguatan nilai tukar mata uangnya sehingga warganya akan mempunyai kenaikan kemampuan daya beli terhadap produk dari mata uang negara yang nilai tukarnya lebih lemah.

Dengan usulan dari pemerintah China ini bak buah simalamakama, karena apa ? Memang China selama bertahun-tahun menekan mata uangnya – Yuan – agar produk China terlihat kompetitif dalam mata uang asing. Dengan mata uang tunggal maka negara-negara makmur akan kehilangan segala kemewahan karena keunggulan daya saing mereka sehingga purchasing powernya akan sama antara negara kaya dan miskin. Dalam artian luas tidak adanya lagi prinsip keunggulan kompetitif yang selama ini dianut oleh banyak negara. Dilain sisi juga bagi negara berkembang akan sulit menjual barangnya ke pasar manca negara karena akan terlalu mahal.

Pelajaran unified curency dapat kita pelajari dari negara-negara Eurozone. Pada 10 tahun pertama penerapan mata uang tunggal berjalan dengan tanpa gejolak. Namun negara- negara Eropa kemudian menjadi semakin parah ketika krisis global berlanjut.

Dikawasan Asia Tenggara sendiri sudah pernah digagas pula unified currency semacam Euro untuk mata uang tunggal kawasan. Dollar Singapura pernah digadang-gadang menjadi nominasi mata uang yang diusulkan, namun sang empunya tampaknya tidak terlalu antusias menanggapinya. Mungkin bagi Singapura sendiri tidak akan banyak mendapatkan manfaat dari gagasan dollarnya sebagai mata uang tunggal. Disatu sisi Singapura akan harus memberikan usaha yang kelewat keras dalam menjaga peredaran dollarnya, dilain sisi Singapura akan kehilangan kemampuan daya beli lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain dikawasan karena semua negara anggota akan sama kemampuan daya belinya.

Jadi pertarungan gagasan apakah perlunya dibuat mata uang tunggal atau sejenisnya, sebenarnya harus dilihat arif apa motif dibalik gagasan tersebut dan harus dikaji secara hati-hati. Usulan mata uang tunggal ini sebenarnya sangat menguntungkan para investor di negara kaya yang takut terdevaluasi kekayaannya karena fluktuasi kurs tukar, namun bagi negara berkembang yang tidak punya produk dan jasa unggulan juga harus waspada dengan penerapan mata uang tunggal. Negara dengan produktivitas lemah akan selalu berada pada posisi sebagai negara konsumen tanpa pernah bisa menjual barangnya karena akan kelewat mahal. Nah masalahnya kalau cuma jadi negara konsumen bayarnya pakai apa ? karena dia tidak akan pernah punya devisa karena tidak pernah bisa mengekspor barangnya.

Disarikan dari : MSNBC

Komentar»

1. gerrrr - Juni 19, 2009

oh ya masak iya oh ya

2. qq - Juni 20, 2009

pasti terjadi

3. Danny - Agustus 25, 2009

Sudah saatnya dunia menggunakan satu mata uang. Logika setiap orang pasti dapat menerima dan setuju, hanya satu yang menolak … keserakahan manusia, yang meraup keuntungan dari ketimpangan nilai mata uang. Dan yang paling dirugikan adalah yang punya dollar, yaitu amerika. Karena mereka yang paling diuntungkan dengan sistem seperti sekarang.

Uang Emas adalah yang paling sempurna. Banyak kendala dan kesulitan memang, tapi kalau kita berusaha pasti ada jalan. Daripada diperdebatkan, sebaiknya dilaksanakan, nilainya disesuaikan sesuai negara masing-masing. Kalaupun ternyata gagal, kita masih punya emasnya kan?

4. Yudistira - Oktober 7, 2009

Negara-negara yang sudah menggunakan mata uang emas (dan perak serta menjalankan prinsip syariah) sudah terbukti tidak terkena dampak krisis, belum lagi dengan sistem keuangan sekarang yang menganut riba dimana uang bisa berbunga, padahal uang yang dipakai adalah uang kertas yang apabila dirusak maka hilanglah nilainya bandingkan dengan uang emas yang apabila bentuk uangnya rusak, maka dia masih memiliki nilai dari wujudnya yaitu emas. Ayooo ita dukung globalisasi mata uang emas (dan perak)…

Reply :
Setuju, adakalanya sistem moneter barat mempunyai banyak kelemahan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: