jump to navigation

Bayangkan Bila Handphone Menggantikan Fungsi Dompet Anda Juli 5, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

Mobile Payment

Lupakan uang tunai, check ataupun uang kartu anda ! Alat pembayaran tadi akan segera menjadi barang usang Paymodigantikan dengan handphone anda. Dibeberapa negara maju, peranan uang tunai sudah mulai luntur penggunaannya sebagai alat pembayaran digantikan dengan perangkat digital. Salah satunya adalah handpone yang mulai mengambil alih fungsi uang sebagai alat pembayaran transaksi. Provider seluler dinegara semacam Jepang dan Finlandia dengan menggunakan fitur melalui sinyal handphone atau melalui via SMS dapat melakukan proses pembayaran sesuai dengan keinginan penggunanya, seperti misalnya untuk pembayaran tiket kereta ataupun untuk membayar barang belanjaan.

Langkah Jepang dan Finlandia tersebut kemudian diikuti oleh Amerika Serikat, meskipun awalnya AS masih sulit untuk menerapkan layanan pembayaran digital ini karena kesulitan menerapkan/membagi fee bagi para operator yang berkontribusi dilayanan mobile payment ini karena banyak pihak terlibat semisal operator seluler, bank, perusahaan kartu kredit dan perusahaan perangkat lunak untuk aplikasinya.

Namun sekarang sudah muncul sebuah perusahaan yang baru berumur dua tahun bernama “Paymo” (bukan ”Paimo” – red) telah sukses bernegosiasi dengan 4 perusahaan besar yaitu : AT&T, T-Mobile, Celluler One dan Virgin Mobile. Layanan dari Paymo memungkinkan pengguna telpon seluler melakukan pembayaran untuk pembelian barang dari toko online dengan handphone mereka. Sebenarnya kalau kita lihat kemampuan provider kita tidak terlampau jauh ketinggalan karena sebenarnya sekarang layanan perbankan kita sudah mempunyai fitur semacam sms banking, tinggal ditingkatkan lagi menjadi layanan mobile payment.

Layanan Paymo sebenarnya relatif sederhana. Model pembayarannya adalah sebagai berikut : bila seorang konsumen melakukan pembelian produk secara online, dan penjual barang online tersebut sudah menerima layanan paymo sebagai provider pembayaran maka konsumen tinggal click tombol Paymo dan sebelum check out akan mengisi nomer telpon selulernya. Kemudian dilayar handphone akan muncul text yang akan menanyakan verifikasi transaksi, setelah di reply maka transaksi tersebut sudah clear. Tagihan pembayaran tersebut kemudian akan ditagihkan dalam bentuk pengurangan prepaid deposit ataupun tagihan telpon berikutnya.

Sistem ini banyak mempunyai keunggulan, diantaranya adalah konsumen tidak perlu menjadi nasabah sebuah bank ataupun mempunyai nomer akun bank. Pada umumnya konsumen Paymo adalah anak-anak muda karena kebanyakan layanan paymo ini digunakan untuk membayar game online dan untuk situs sosial networking. Layanan Paymo ini sudah berjalan sukses di 45 negara dan perusahaan ini sudah menjalin MOU dengan perusahaan game online semacam Playfish dan situs sosial networking, misalnya Hi5. Didua situs ini, pengguna dapat membayar koin virtual melalui handphone via layanan Paymo.

Kunci Sukses Mobile Payment

Sebenarnya keberhasilan layanan perusahaan semacam Paymo ini bergantung pada hubungan dengan perusahaan-perusahaan operator seluler besar. Perusahaan operator seluler ini sebelumnya hanya mengandalkan penerimaan dalam bentuk biaya langgangan untuk ringtone, wallpaper ataupun aneka games. Namun kini para operator seluler tersebut akan tambah satu sumber penerimaan baru yaitu melalui pembagian fee untuk layanan pembayaran micro finance kepada para konsumen melalui telpon seluler. Dalam model bisnis Paymo, para operator seluler secara umum akan mendapatkan pembagiaan fee antara 20 hingga 50 persen. Sedangkan sisanya dibagi lagi untuk fee penjual barang, reseller, dan untuk Paymo sendiri.

Meskipun sudah menggandeng dengan perusahaan operator besar namun, layanan semacam Paymo ini masih menghadapi tantangan besar. Perbedaan karakterisitik konsumen antar lintas benua akan sangat berpengaruh, sebagai contoh, orang amerika lebih cenderung menggunakan komputer dibanding orang Eropa dan Asia untuk mengakses dunia maya, sehingga orang AS akan lebih sedikit menggunakan handphone ketimbang komputer. Selain itu juga orang AS juga lebih senang mengendarai mobil sehingga akan sangat membatasi penggunaan telpon seluler terutama saat mengemudi. Layanan operator seluler di AS juga tidak terlampau bagus karena masih banyak blank-spot terutama untuk daerah yang bergunung ataupun di area kereta bawah tanah.

Meskipun sebagai market leader di mobile payment, perusahaan semacam Paymo bukanlah satu-satunya perusahaan penyedia layanan pembayaran digital. Perusahaan layanan pembayaran online dijaringan dunia maya semacam Paypal juga sudah memperkenalkan layanan semacam Paymo, namun kalah sukses dibandingkan sang Paymo. Nah untuk mengejar kekalahannya, Paypal sekarang meluncurkan aplikasi baru untuk smartphone. Kompetitor paymo lainnya selain Paypal juga ada Zong dan Mobillcash.

Prediksi mendatang dari perusahaan riset Juniper Research memperkirakan mobile payment semacam ini akan tumbuh sepuluh kali lipat dari $ 5,3 milyar (2008) menjadi $ 54,9 milyar dan untuk transaksi global mencapai $ 300 triliun (2013). Jadi bisnis ini sebenarnya sangat gurih dan potensi pasarnya masih sangat terbuka untuk dikembangkan.

Nah kini kapan giliran si Paimo eh Paymo masuk ke Indonesia, biar tambah semarak dan komplet layanan bagi pengguna dunia maya untuk melakukan pembayaran. Semakin hari memang konsumen senantiasa dibanjiri produk layanan baru dengan segala kemudahannya. Aahhh….moga-moga semakin hari semakin mudah dalam mengatur hidup.

Komentar»

1. Gryphin - Januari 26, 2010

sebenarnya udah ada di Indonesia, tapi belum semua operator =_=;

2. De Cella - Juli 13, 2010

kalo di Indonesia ada ga situs yang pembayarannya pake Paymo?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: