jump to navigation

The Oprah Effect Agustus 22, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback


OPRAHSiapa yang tidak kenal dengan Oprah Winfrey Show. Sebuah acara talkshow yang segmen pemirsanya melewati batas negara, termasuk salah satu stasiun televise kita ikut menyiarkannya. Karir Oprah dimulai tahun 1996 dengan memandu disalah satu acara televisi, kemudian bersama group penggemar buku miliknya melakukan resensi buku-buku dimana akhirnya buku yang dibahas tersebut kemudian ikut terdongkrak popularitasnya dan hasilnya sebagai best seller books.

Karena saking ampuhnya dampak publikasi Oprah dalam melakukan resensi buku-buku yang belakangan mengantarkan menjadi best seller kemudian ada orang yang menyebut Oprah bertangan Midas yang mampu mendongkrak penjualan buku yang diulasnya menjadi best seller. Berikut ini adalah produk-produk yang berhasil dan yang gagal diendorse oleh Oprah dari penayangan takshownya.

Pada tahun 2004, sebuah studi penelitian yang dilakukan oleh Brigham Young University menunjukkan bahwa “endorsement” yang dilakukan oleh Oprah mampu mendongkrak sementara penjualan buku tersebut. Memang durasi popularitas antara buku yang direkomendasikan oleh Oprah tidak sama lamanya, ada buku yang masih bertengger sebagai best seller dibandingkan buku ngetop lainnya. Dan buku-buku yang semula hardcover itu kemudian menjadi best seller ketika dicetak dalam paperback.

Kemampuan Oprah dalam mengendorse buku terbitan itu kemudian mendorong produk-poduk lain ikut ingin diendorse oleh Oprah. Sehingga Oprah Winfrey Show sekarang sudah berbeda jauh dengan program awal dimana dahulu lebih banya bercerita tentang buku namun kini lebih banyak mengulas banyak hal. Tayangan Oprah Show ini juga terkenal royal dalam membagikan hadiah bagi para pengunjung acara ini. Salah puncak popularitas acara Oprah ini ketika diakhir acara Oprah membagikan 276 mobil baru bagi pengunjung acara ditahun 2004.

Namun sebenarnya pemberian Oprah ini bukanlah berasal dari kocek Oprah pribadi, mobil-mobil itu berasal dari kegiatan marketing dari General Motor dimana perusahaan itu harus menyediakan anggaran $ 7 juta dolar untuk acara tersebut. Namun sayangnya kehebohan diacara Oprah tersebut tidak dapat mendongkrak angka penjualan mobil tersebut dipasaran. Sebuah majalah perdagangan otomotif melaporkan bahwa penjualan mobil yang ditayangkan dalam talkshow Oprah bahkan bahkan tingkat penjualannya mengalami penurunan sebesar 22 % dalam dua bulan pertama ditahun 2005.

Seringkali disebutkan bahwa Oprah Winfrey Show mendapatkan perhatian yang terlalu berlebihan. Seperti pada kasus kupon ayam panggang KFC. KFC menawarkan kupon makan dalam acara Oprah Winfrey pada bulan Mei 2009. Pada acara tersebut ditawarkan kupon gratis bagi siapapun yang mendownloadnya melalui internet. Setiap kupon makan dapat ditukarkan dengan 2 potong ayam panggang, 2 sayap dan sepotong biskuit gratis selama 2 hari. Akhirnya sekitar 10,5 juta kupon didownload dan masih banyak lagi orang yang memfotocopy kupon tersebut. Ujung-ujungnya gerai KFC kebanjiran pengunjung dan gerai-gerai kewalahan melayani penukaran kupon tersebut karena paket makanan tersedia hanya 4 juta paket. Akhirnya KFC menutup layanan tersebut dengan menawarkan permintaan maaf dengan pemberian kupon kompensasi.

Dunia advertising menyebut fenomena tersebut sebagai “kegagalan Kentucky goreng” dan menurut pendapat dari pakar marketing hal tersebut justru akan merusak reputasi perusahaan akibat promosi yang tidak tepat. Namun para pengamat restoran mengemukakan bahwa tujuan KFC adalah mendapatkan perhatian kembali dari publik dengan meluncurkan produk baru dengan segmen konsumen yang sadar akan kesehatan.

Tahun lalu juga Oprah mendemonstrasikan kemampuan yang sama untuk mendongkrak buku-buku digital agar sama populernya dengan buku cetak. Pada tayangan bulan Oktober 2008, Oprah menghidupan kembali kelompok pembaca e-book Amazon yan bernama ”Kindle”. Pada hari tayangan tersebut menaikkan kunjungan pada situs Amazon sebesar 6 % dan pada mesin pecari Google keyword ”kindle” melejit hingga 479%.

Ternyata The “Oprah effect” tidak hanya berlaku pada produk barang namun juga melahirkan selebritis baru. Sebagai contoh adalah kasus Dr. Phil. Dimana saat itu Oprah sedang kesandung masalah karena digugat oleh salah satu produsen daging yang merasa tersinggung dalam salah satu tayangan Oprah yang bertema mengenai keamanan makanan. Kemudian Oprah menyewa konsultan hukum yang bernama Dr. Phil McGraw. Terkesan dengan cara kerja dari Dr. Phil ini kemudian Oprah mengajaknya untuk tampil didepan audience. Ternyata sosok Dr. Phil ini kemudian mendapatkan perhatian dimata publik dan sekarang masih sering muncul dimedia massa untuk memberikan nasehatnya.

Sosok Oprah sering memang membawa “hoki” bagi orang karena produk yang diendorse oleh Oprah dalam talkshownya kemudian melejitkan permintaannya meskipun ada sebagian produk yang gagal. Namun dengan band nama yang sudah tenar menjadikan Oprah masuk daftar dibelantara selebritis dengan penghasilan tinggi.

Komentar»

1. Dangstars - September 7, 2009

Sosok Oprah patut ditiru,yang tanpa putus asa

2. arief - September 8, 2009

Oprah memang orang yang hebat, berangkat dari nol menjadi orang yang sukses, dan kepeduliannya terhadap sesama juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: