jump to navigation

Berapa Ongkos Membesarkan Seorang Anak di AS ? Agustus 30, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Fenomena Keuangan.
trackback

Bayi1Setiap kelahiran anak baru adalah sebuah kebahagiaan yang tidak terhingga, namun sebagai orang tua maka harus siap dengan segala biaya yang dibutuhkan anak tersebut hingga dewasa. Deskripsi berikut ini menurut artikel “Raising your $221,000 baby” mungkin dapat sebagai gambaran bahwa biaya untuk membesarkan anak tidaklah gampang (murah). Untuk mencari perbandingan mengenai biaya yang dibutuhkan untuk membesarkan anak di Indonesia mungkin tidaklah mudah, namun kita bisa mendapatkan gambaran umum sebenarnya mata anggaran yang harus disediakan tidaklah jauh berbeda namun hanya besarannya saja yang berbeda. Membesarkan anak tersebut ternyata tidak sekedar diberikan makan yang cukup saja, masih banyak fasilitas lannya yang harus disediakan agar mereka menjadi generasi yang sehat baik jasmani dan rohani. Bila dihitung dari besaran biaya untuk mencukupi kebutuhan hidup seorang anak adalah sesuatu usaha yang paling mahal pernah dilakukan oleh orang tua. Betapa tidak seorang anak akan membutuhkan biaya dalam konversi rupiah paling tidak Rp 220 juta hingga berusia 17 tahun saja (biaya rata-rata untuk keluarga biasa).

Berdasarkan dari the Center for Nutrition Policy and Promotion, Departemen Pertanian AS – keluarga yang berpeneghasilan antara $56,870 to $98,470 akan mengeluarkan biaya sekitar $221,190. untuk membesarkan anak kedua hingga berusia 17 tahun (biaya anak anak pertama ?). Sedangkan untuk masyarakat yang berpenghasilan lebih tinggi akan mengeluarkan biaya lebih banyak lagi. Keluarga-keluarga yang berpenghasilan lebih dari $98,470 akan membelanjakan $366,660 bahkan untuk wilayah timur laut AS kisaan akan mencapai $406,680. Nah bagi masyarakat golongan kebawah dengan penghasilan $56,870 akan membiayai anaknya sebesar $159,870. Sedangkan secara rata-rata untuk biaya yang dibutuhkan setiap tahun bervariasi antara masyarakat bawah hingga masyarakat atas. Biaya tahunan untuk membiayai anak masyarakat bawah berkisar $8,882, masyarakat menengah $12,288 dan bagi masyarakat kelas atas membutuhkan $20,370. Data sensus yang disajikan diatas adalah hasil sensus yang dilakukan kepada 5.000 keluarga yang pendataannya dilakukan selama 4 kali selama 1 tahun.

Besaran biaya per anak akan menurun bila mereka dibesarkan dalam keluarga besar. Berbeda dengan anak tunggal yang biayanya jauh lebih mahal 25 % dibandingkan anak dengan bersaudara kandung. Secara umum para keluarga tersebut membelanjakan 27 % penghasilannya bila mempunyai anak tunggal, 40 % bila mempunyai dua orang anak dan 47 % bila keluarga dengan tiga anak. Bila dilihat dengan kurva pengeluaran, biaya akan melejit naik bagi seorang anak dari bayi hingga berumur 5 tahun, kemudian relatif stabil dari usia 6 hingga 11 tahun sedangkan usia 15 hingga 17 tahun biayanya naik kembali.

Studi yang dilakukan oleh the Center for Nutrition Policy and Promotion tersebut sebenarnya masih mengandung kekurangan karena belum menghitung biaya-biaya yang tidak masuk dalam variabel sensus, sebagai misal terkait biaya untuk biaya pengobatan medis berat atau biaya pendidikan di sekolah-sekolah mahal. Selain itu juga informasi yang dilansir oleh lembaga tersebut hanya membatasi biaya hingga usia 17 tahun padahal banyak juga generasi muda tersebut masih dibiayai keluarganya ketika usianya lebih dari 17 tahun. Secara umum biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membesarkan anak terdiri dari beberapa pos pengeluaran, yaitu :

  • Perumahan

Biaya perumahan atau tempat tinggal merupakan komponen biaya paling besar karena butuh alokasi sekitar sepertiga (33%) dari penghasilan tahunan

  • Transportasi

Biaya transportasi menghabiskan 12 % – 14 % dari total penghasilan tahunan sudah termasuk biaya pembelian kendaraan, reparasi, bahan baker dan asuransi.

  • Pakaian

Biaya pakaian ini relative tidak mahal hanya berkisar antara 5 % – 7 % dari total penghasilan.

  • Perawatan kesehatan

Biaya kesehatan ini juga relatif tidak banyak berkisar antara 5% – 8 %( namun angka yang tersaji dari hasil sensus tersebut kurang reprentatif karena tidak termasuk untuk keluarga- keluarga yang kurang peduli dengan jaminan kesehatan)

  • Biaya lainnya

Biaya lain termasuk untuk perawatan pribadi, entertainment dan membeli bahan bacaan, anggarannya berkisar antara 7 % – 9 %.

Dari gambaran diatas bercerita bahwa sebenarnya membesarkan anak tidaklah mudah dari segi finansial. Kondisi masyarakat AS dan masyarakat kita mungkin saja kondisinya bisa sama atau berbeda, namun pada galibnya membesarkan anak memang tidak sekedar hanya memberi makan namun memberikan fasilitas yang memadai bagi tumbuh kembang anak. Selain itu tentu saja hal yang utama adalah curahan kasih sayang yang penuh dari orang tua, namun cinta dan kasih sayang bukanlah hal yang sifatnya buta namun butuh pengorbanan dari segi material yang harus dipersiapkan.

Komentar»

1. sedjatee - September 2, 2009

kok segitu mahalnya ya.. jadi gamang nambah anak neh… bgmanapun hidup di indonesia lebih nyaman lah…. biar dilecehkan terus, disini adem ayem… hehehe…

sedj

2. Dangstars - September 7, 2009

Wah..di negara kitapun,,sebenarnya untuk membiayai seorang anak besar juga,kalo semuanya kita ikuti fasilitas nomer satu,,sekolah paling elit dan lain-lain..

3. siswomahardani - September 7, 2009

info yang bermanfaat,bisa untuk perbandingan….disini….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: