jump to navigation

Carbon Fund, Apakah Bisa Menjaga Bumi Tetap Hijau September 29, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Istilah Keuangan.
2 comments

HutankuSebuah benda luar angkasa asing tiba-tiba terdeteksi oleh radar bumi. Benda asing ini melesat dengan kecepatan sepersepuluh kecepatan cahaya dan akan menabrak bumi dalam 78 menit. Benda ini menuju kesebuah koordinat dimana titik ini adalah Central Park di kota New York. Kejadian ini menjadikan penduduk bumi panik. Namun dugaan orang ternyata salah, benda asing ini kemudian memperlambat lajunya sehingga tabrakan antara bumi dan benda asing ini tidak terjadi. Akhirnya benda asing ini mendarat dengan lembut di taman kota. Dan tak lama kemudian muncul seorang alien yang bernama ”Klaatu”. Tugas Klaatu adalah melakukan observasi untuk mempertahankan kelangsungan ekosistem bumi. Demi menjaga keseimbangan ekosistem bumi tersebut Klaatu diberi hak untuk melakukan tindakan penghancuran segala material dari hasil peradaban manusia karena bersifat polutan dan mengganggu keseimbangan alam. Dengan kemampuannya yang luar biasa, Klaatu bisa memanipulasi robot buatan Pemerintah AS bernama GORT” (Genetically Organized Robotic Technology) berubah menjadi gerombolan awan tawon yang menghancurkan materi apapun yang ditemui menjadi materi yang lebih alami. Namun, diakhir cerita peradaban bumi masih tetap eksis karena bujukan Helen dan Professor Barnhardt yang bisa meyakinkan Klaatu bahwa manusia bisa merubah perilakunya agar sesuai dengan harmoni alam. Itulah sepenggal cerita dari film “the day the earth stood still” dengan Keanu Reeves sebagai bintangnya. (lebih…)

Ekonomi Burger Dalam Menerjemahkan Kemakmuran Negara September 6, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Istilah Keuangan.
4 comments

Seringkali dalam menuangkan kreasi atau idenya, seorang penulis (ekonom) dalam karya tulisan ilmiahnya menotasikan dengan istilah yang mudah dipahami dan menarik perhatian bagi pembacanya. Burger (Big Mac) seringkali dibuat sebagai sebuah metafora untuk menggambarkan perkembangan ekonomi makro disuatu negara. Memang produk satu ini sudah mengglobal, kalau kita cari makanan ini hampir tersedia dipelosok penjuru dunia. Oleh karenanya para ekonom makro menggunakan kurs tukar untuk memperoleh big mac sebagai atribut yang menggambarkan tingkat kemakmuran suatu negara (Burgernomics).

Burgernomics adalah sebuah pengertian dalam menerjemahkan tentang kemampuan/daya beli, yang dinotasikan dengan perbandingan satu dollar untuk membeli barang tersebut diberbagai negara. Dalam jangka panjang,kurs tukar mata uang antara dua negara akan mencapai tingkat keseimbangan dari perbandingan dalam kelompok barang dan jasa yang sama identik dimasing-masing negara. Kelompok barang yang digunakan dalam notasi ini adalah Big Mac nya McDonald’s karena produk ini sudah diproduksi oleh 120 negara. Jadi produk satu ini memang relatif mudah ditemui dihampir semua negara dunia. Oleh karenanya untuk memperoleh gambaran tentang daya beli (kurs tukar) digunakan dengan menggunakan perolehan satuan Big Mac di Amerika dan dibandingkan dengan di belahan dunia lain. (lebih…)