jump to navigation

Perencanaan Keuangan Masa Pensiun November 1, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

Antusiasme Anda dalam bekerja dan berusaha memiliki tujuan mulia yakni terwujudnya kehidupan sejahtera bersama pensiunkeluarga tercinta. Keberhasilan Anda dalam bekerja dan berusaha amat menentukan sejauh mana standar kualitas kehidupan keluarga Anda saat ini dan nantinya.

Anda pun akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dari waktu ke waktu demi kebahagiaan keluarga tercinta. Dalam melakoni tugas mulia tersebut, aktualisasi Anda seyogianya dibarengi dengan kondisi kesehatan yang prima. Kesehatan merupakan harta yang paling berharga bagi setiap orang, tanpa kecuali.

Terlebih bagi masyarakat yang berada di usia lanjut atau pada masa pensiun. Pernahkah Anda bayangkan apa yang terjadi bila Anda harus menghabiskan masa pensiun dalam keadaan sakit berkepanjangan atau mengalami kecacatan (disable)? Bila kondisi ini yang terjadi, Anda akan melewati masa pensiun tanpa kebahagiaan seutuhnya.

Secara empiris, biaya hidup saat pensiun cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Secara lebih khusus, biaya perawatan kesehatan dan biaya medis lainnya pun akan terus melambung.Ini terjadi karena kans untuk menderita sakit lebih besar terjadi ketika kita memasuki hari tua atau masa pensiun. Itu sebabnya, perlu Anda pikirkan sejak dini persiapan untuk menikmati sejahteranya kehidupan Anda di hari tua.

Kategori batasan usia masa pensiun antara satu negara dengan negara lain berbeda. Meskipun demikian, umumnya rentang waktu masa pensiun berada pada kisaran usia 55?70 tahun. Dalam tatanan nasional, Pemerintah (melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor: PER-02/MEN/1995) menetapkan bahwa batasan usia pensiun normal adalah 55  tahun.

Bila perusahaan tetap mempekerjakan karyawan hingga mencapai usia 55 tahun, batas maksimum usia pensiun karyawan yang bersangkutan adalah 60 tahun. Pada kondisi tertentu, usia pensiun bisa diperpanjang sesuai kebijakan internal perusahaan. Mengapa hari tua atau masa pensiun menjadi begitu penting untuk dipersiapkan sejak dini?

Karena, saat itu kita sudah masuk dalam tataran usia yang tidak produktif untuk bekerja. Bisa dipastikan bahwa penghasilan bulanan kita dari pekerjaan pun menjadi jauh berkurang. Selain itu, kondisi kesehatan kita mulai mengalami penurunan dan ada banyak potensi penyakit yang bisa muncul.

Ketika nantinya kita memasuki masa pensiun, tentu saja kita tidak bisa bergantung sepenuhnya pada uluran tangan anak-anak tercinta karena mereka pun mempunyai tanggung jawab finansial untuk kehidupan keluarga masing-masing. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menyadari pentingnya mempersiapkan sejahteranya kehidupan Anda dan pasangan Anda di hari tua nantinya?

Yang perlu menjadi perenungan, secara medis, apakah Anda dan keluarga mempunyai riwayat kesehatan yang rentan terhadap munculnya penyakit kritis, misalnya diabetes atau kanker? Berdasarkan studi medis, beberapa jenis penyakit bisa diturunkan ke generasi berikutnya secara genetis.

Itu sebabnya, kita perlu waspada terhadap kemungkinan munculnya penyakit seperti ini. Menyadari adanya ragam ancaman penyakit yang bisa terjadi ketika Anda nantinya memasuki masa pensiun, alangkah baiknya bila Anda mempersiapkan perencanaan keuangan sejak dini untuk kepentingan tersebut.

Berharap untuk tidak mengalami ragam penyakit tersebut memang baik, tetapi Anda pun perlu cermat bahwa tidak ada seorang pun yang bisa luput dari risiko terkena penyakit tersebut. Menjalankan pola hidup sehat memang bisa membantu Anda untuk meminimalisasi risiko tersebut, tetapi yang lebih penting adalah bahwa Anda perlu merencanakan keuangan demi sejahteranya hidup Anda di masa pensiun.

Anda perlu memastikan sejak dini bahwa sumber keuangan Anda bisa mengakomodasi ragam kebutuhan Anda di hari tua nantinya. Secara prinsipiil, antisipasi munculnya kebutuhan finansial di masa tua bisa Anda lakukan melalui skema asuransi jiwa.

Dalam konteks ini, ada beberapa hal yang perlu Anda cermati dan perhitungkan secara saksama. Anda sebaiknya bisa mengidentifikasi risiko finansial di hari tua yang nantinya bakal muncul dalam perjalanan hidup Anda di masa pensiun. Anda pun perlu berhitung cermat dalam mengambil keputusan untuk mengambil porsi risiko tersebut secara pribadi.

Yang tidak kalah penting, Anda juga harus menghitung porsi lain yang akan Anda pindahkan risikonya kepada perusahaan asuransi melalui uang pertanggungan dan atau manfaat tunai dari akumulasi premi yang Anda miliki. Pada edisi minggu depan, saya akan membahas tentang ragam manfaat polis asuransi jiwa yang setia mendampingi ketika Anda memasuki masa pensiun nantinya. (*)

Eddy KA Berutu
Praktisi Asuransi dan
Ketua Departemen Pendidikan,
Pelatihan, dan Pengembangan AAJI
(Seperti yang dikutip dari : Okezone)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: