jump to navigation

Apakah Berutang Itu Manusiawi November 14, 2010

Posted by pengelolaan keuangan in Tips Keuangan.
trackback

hutangUtang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita.Sekarang ini, sangat sulit kita temui orang yang tidak mempunyai utang dalam hidupnya. Dengan gencarnya penawaran dari berbagai lembaga pembiayaan termasuk perbankan menjadikan kita sangat mudah untuk tergoda dan terperangkap dalam utang. Bahkan pegawai-pegawai yang memasuki pensiunpun masih ditawari untuk mengambil utang.

Produk layanan pembiayaan memang sangat luas cakupannya, dari fasilitas kredit konsumtif untuk membayar biaya persalinan hingga pembelian lokasi pemakaman bisa dicicil pembayarannya. Coba tengok lokasi pemakaman komersial yang mewah, ternyata tersedia fasilitas kredit yang terjangkau sesuai dengan kemampuan konsumen. Jadi kebutuhan manusia dari lahir hingga meninggalpun bisa dipenuhi dengan utang. Jadi utang adalah sebuah kata yang dekat dengan kehidupan manusia.

Dalam ilmu ekonomipun utang itu bisa disebut sebagai leverage factor. Leverage karena bilamana dapat memanfaatkan utang tersebut dapat dipergunakan yang ‘mendongkrak’ kinerja keuangan kita, namun bilamana tidak maka dunia akan serasa runtuh. Sering kita dengar rumah tangga menjadi berantakan karena utang, orang bunuh diri karena utang, orang melakukan tindakan kriminal karena utang bahkan orang tua tega menjual anaknya juga karena utang. Jadi berhati-hatilah dengan utang.
Namun seperti telah disinggung diatas bahwa agak sulit bagi kita hidup tanpa utang. Jadi jangan menolak utang, berdayakan utang agar bisa ‘memuliakan’ kehidupan kita (saya sendiri kalau tidak dengan berutang tidak bakal mempunyai rumah sendiri). Yang perlu kita sikapi disini adalah bertindak cerdas dan cermat dalam mengelola utang.

Bilamana anda berhutang lakukan pembayaran cicilan dengan bijaksana, berikut ini ada beberapa tips yang dapat dijadikan tools untuk melakukan prioritas pembayaran utang.
1. Sisihkan cicilan utang terlebih dahulu sebelum mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan lain.
Setelah menerima gaji bulanan, langsung sisihkan untuk membayar cicilan utang. Takutnya meskipun habis gajian tapi utang tidak terbayar karena kalah duluan untuk menutup kebutuhan lainnya. Kebutuhan itu tidak terbatas sedangkan kemampuan kita menutupi kebutuhan tersebut sangatlah terbatas, jadi prioritaskan bayar cicilan utang terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan lain.

2. Perbesar pembayaran cicilan untuk pembelian barang yang nilainya semakin menurun.
Tidak ada salahnya memperpendek waktu pembayaran cicilan secepatnya untuk aktiva/barang2 yang mempunyai nilai depreasiasi tinggi. Jangan sampai kita masih berutang sedangkan barang yang dibeli dengan hutang tersebut sudah menjadi rongsokan. Contohnya, nilai kendaraan bermotor semakin lama akan semakin menurun, jarang ada kendaraan bermotor yang nilainya naik kecuali masuk dalam kategori antik.

3. Prioritaskan pembayaran cicilan dengan bunga terbesar.
Bunga utang memang sangat berfluktuatif. Pada suatu ketika, saat kita berutang dengan bunga rendah dan disaat lain mendapat beban bunga yang tinggi. Jadi cicilan dengan bunga tinggi tentu saja akan semakin menggerogoti kesehatan finansial kita. Solusinya tentu saja hilangkan sumber perdarahan tersebut dengan semakin besar cicilannya agar penderitaan atas pembayaran cicilan semakin cepat selesai.

4. Prioritaskan berutang bilamana untuk membeli barang dengan nilai yang semakin naik.
Nah ini baru pilihan berutang yang yang sehat, bila kita membeli aktiva dimana nilainya semakin lama akan semakin naik, contohnya properti. Harga properti termasuk rumah cenderung akan naik dalam artian ceteris paribus (tentunya bukan seperti kasus credit crunch untuk mortgagenya di Amrik sana) . Maka kredit properti adalah salah satu alternatif berutang yang reasonable. Mungkin cuma kita harus berhati-hati dengan proyeksi nilai aset kedepan, pertimbangkan beberapa faktor, misalnya: pengembangan tata kota, banjir, macet, dlsb. Jangan sampai beli properti yang menjadi langganan banjir misalnya, maka nilai propertinya bukan akan semakin naik bahkan akan semakin turun. Lagian kalau tidak mengambil KPR sampai kapan kita betah berstatus sebagai ‘kontraktor’ dan tidak akan pernah memiliki rumah sendiri.

Nah itu adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu memberikan pencerahan bagaimana mengelola utang dengan bijak, karena utang itu anywhere, anytime and anyplace. Dan saya yakin andapun bisa mengembangkan gagasan yang lebih pas dan bagus buat solusi anda sendiri dalam mengelola utang, Semoga bermanfaat.

Sumber: pengelolaankeuangan.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: