jump to navigation

Redenominasi atau Reorientasi Nilai, Perlukah ? Agustus 26, 2010

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
add a comment

Adalah konsekwensi logis dari mata uang yang terus mengalami inflasi akan bertambah terus nol-nya dari waktu ke waktu. Untuk Rupiah, tiga angka nol yang pernah dibuang dengan susah payah tahun 1965/1966 melalui apa yang dikenal dengan Sanering Rupiah , tiga angka nol tersebut 32 tahun kemudian kembali memenuhi angka uang kita bahkan kembalinya cenderung tidak cukup tiga angka nol, melainkan malah menjadi empat atau bahkan lima angka nol. Mau bukti ?, lihat di dompet Anda – kemungkinan besar hanya uang dengan empat atau lima angka nol yang ada di dompet – karena yang nolnya hanya tiga kemungkinan sudah untuk bayar parkir, masuk kencleng infaq atau diberikan ke Pak Ogah… (lebih…)

Iklan

Tetap Bahagia Ketika Tidak Bekerja Mei 10, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
add a comment

Anda pernah membaca bukunya  Ernie J. Zelinski dengan judul The Joy of  Not Working ? Buku ini sebenarnya sudah diterbitkan cukup lama dan dipandang kontroversial dari sudut pandang masyarakat pada umumnya. Namun  tidak ada salahnya kita memahami konsep berfikir dia tentang dunia kerja dan bagaimana menjadikan kita  tetap sebagai seorang pemenang.  Hebatnya, sebuah buku yang dipandang aneh ini telah dialih bahasakan kedalam 16 bahasa dan telah terjual lebih dari 200.000 ribu kopi. Tidak seperti halnya buku lainnya, buku ini tidak menawarkan bagaimana cara memenangkan memperoleh pekerjaan atau mendapatkan uang atau menawarkan ide bagaimana memenangkan sebuah kompetisi pertarungan. Dia hanya memberikan wawasan bagaimana tetap menang ketika anda tidak bekerja. Konsepsi menang adalah ketika kita tahu tentang makna dari hidup kita. Merasa menang ketika setiap pagi kita tahu kita merasa excited tentang hari itu. Menang ketika kita tahu apa yang akan dilakukan dalam menjalani sisa hidup kita. Buku ini adalah bentuk penuangan dari pendidikan yang dia peroleh. Sebuah pendidikan yang mana tidak dalam pengertian kurikulum seperti yang diajarkan disekolah ataupun kampus pada umumnya. Di usianya yang ke 29 dia kehilangan pekerjaan sehingga titik ini adalah titik balik yang memberikan sebuah pengalaman baru baginya yang akhirnya memberi pemaknaan baru tentang pengertian hidup secara lebih holistik dan  dalam menjalani kehidupan barunya ini ia tetap menjadi pribadi yang bahagia meskipun tanpa bekerja. (lebih…)

Kenapa Uang Tidak Dapat Membeli Kebahagiaan Maret 18, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
4 comments

Artikel ini adalah sebagai pelengkap dari artikel sebelumnya – Apakah uang dapat membeli kebahagiaan ? – antara kedua artikel ini yang memang ada benang merah keterkaitan. Keduanya saling melengkapi dimana intisarinya bahwa kita harus sadar bahwa uang bukanlah segalanya untuk menggapai kebahagiaan. Artikel ini terjemahan dari artikel yang dipublish di Newsweek dengan judul aslinya adalah “Why Money Doesn’t Buy Happiness”. Saya angkat kembali tema ini karena saya rasa ada baiknya untuk di share dengan anda sekalian agar kita lebih cerdas dan jernih melihat kekayaan itu tidak hanya dipandang dari kecerdasan akal saja namun juga kecerdasan batin agar kehidupan kita lebih balance.  Para ahli ekonomi dan psikolog dan juga kita semua, telah lama bertanya2 karena ada asumsi kenapa dengan uang lebih banyak akan membuat kita lebih senang. Berikut ini adalah argumentasi yang mungkin dapat menjelaskan kepada kita semua kenapa semua itu bisa terjadi. Kita selama ini telah salah dalam mengambil kesimpulan dalam menjawab sebuah pertanyaan abadi yaitu “apakah uang dapat untuk membeli kebahagiaan ?” (lebih…)

Kenapa Orang Melakukan Korupsi ? Maret 7, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
4 comments

Baru-baru ini media massa mengekspose kembali berita tertangkapnya seorang anggota ”dewan yang terhormat” saat menerima ”sumbangan” terkait dalam sebuah proyek pengembangan pelabuhan yang melibatkan sebuah institusi pemerintah. Kasus terakhir ini adalah sebuah noktah dari rentetan kejadian yang beberapa kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dapat diungkap oleh lembaga penegak hukum. Dari beberapa kasus tersebut ada hal yang dapat kita cermati terutama kasus yang terkait dengan beberapa anggota wakil rakyat. Seperti kita ketahui bahwa para anggota wakil rakyat tersebut sering dikritisi oleh elemen masyarakat karena fasilitas negara yang disediakan untuk mereka baik berupa gaji, tunjangan dan segala kenikmatan lainnya sudah tergolong bagus dan mengundang perasaan iri dari masyarakat pada umumnya. Dari kasus terakhir ini mungkin dapat mematahkan persepsi masyarakat pada umumnya bahwa penyebab utama perilaku korupsi adalah karena penghasilan yang rendah dan tidak memadai. Namun ternyata dengan penghasilan dan fasilitas yang baguspun masih mendorong orang untuk melakukan KKN. Jadi hal apa yang melandasi orang melakukan tindakan korupsi ? (lebih…)

7 Cara Membeli Kebahagiaan Februari 6, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
1 comment so far

Kaleidoskop Celebrity 2008, “18 Artis Cerai, Rata-Rata karena Orang Ketiga, kehidupan selebriti Indonesia di tahun 2008 masih diwarnai kasus perceraian. Tak jarang perceraian itu mengandung kontroversi dan sensasi. Jika dirata-rata penyebabnya orang ketiga”, Okezone.

praon-021Berita perceraian artis di berita infotainment sepertinya tidak pernah habis, kayak kereta api yang gerbongnya panjang banget. Buat kebanyakan orang memang dunia artis adalah dunia glamor yang penuh gebyar yang menarik perhatian orang. Pesona dunia seleb ini ibarat menghipnotis perhatian khalayak banyak sehingga potensi tersebut dimanfaatkan sebagai lahan bisnis dunia pers. (lebih…)

KERJA, DAPAT DUIT TERUS APALAGI ? Januari 11, 2009

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
1 comment so far

“Apakah gaji/penghasilan adalah faktor utama yang akan menentukan tingkat kepuasan kerja anda sekalian”, itu adalah salah satu pertanyaan yang sering saya more-than-money1lontarkan kepada para peserta sebuah diklat bilamana saya ditugaskan mengajar diklat tersebut. Dan hampir dapat diduga mayoritas akan menjawab “iya” bahwa gaji adalah faktor utama penentu kepuasan kerja. Oh..iya..saya akan bercerita sedikit tentang latar belakang peserta diklat ini. Mereka para peserta diklat adalah para lulusan Program Diploma Keuangan (STAN) – yang nantinya akan mengabdi bekerja pada Departemen tempat saya bekerja. (lebih…)

SELAMAT IDUL ADHA 1429 H Desember 7, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
add a comment

happy-eid2a1Semoga dengan datangnya Iedul Qurban ini kita sekalian menjadi umat yang senantiasa bersyukur dan dapat meneladani nilai-nilai hikmah yang dapat dipetik dari tauladan nabi Ibrahim dan putranya Ismail AS.

Peribahasa China Tentang Kebijaksanaan Akan Uang November 3, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
add a comment

Ada beberapa pepatah china yang mungkin perlu kita renungkan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, bahasa aslinya ……tentu saja dari bahasa mandarin. Saya coba terjemahkan karena saya sadur dari bahasa Inggris.


“An inch of time is worth an inch of gold, but it is hard to buy one inch of time with one inch of gold”

Orang seringkali meremehkan waktu, waktu yang berjalan hilang tanpa ada nilai tambah dalam kehidupan seseorang. Padahal dari pepatah diatas, kita sudah dapat membayangkan bahwa sang waktu tidak bisa kita beli bahkan dengan emas sekalipun. (lebih…)

Uang : Dapatkah Untuk Membeli Kebahagiaan ? Oktober 10, 2008

Posted by pengelolaan keuangan in Retrospeksi.
2 comments

Kebanyakan orang pasti setuju jika ditanya apakah uang bisa membahagiakan kehidupan kita ? Kita tentu ingin mencapai kebahagiaan dengan menggapai impian-impian yang belum kita raih. Kita akan merasa bahagia bilamana membayangkan mempunyai pekerjaan tetap karena statusnya sekarang sebagai pengangguran, atau akan bahagia jikalau mempunyai Lexus karena mobil yang dipunyai sekarang adalah mobil butut yang sering mogok. Impian-impian atau harapan tersebut dapat diwujudkan seandainya kita punya uang. Dengan kata lain dengan uang kita dapat memenuhi hampir segala keinginan manusia dari : usaha bisnis, status sosial di masyarakat, kesempatan berlibur, menikmati makanan lezat, perumahan ekslusif, fasilitas kesehatan dan menikmati hiburan.

(lebih…)